Relevansi kemerdekaan Negara Palestina dan perdamaian dunia merupakan isu yang saling terkait dan berhubungan. Tuntutan masyarakat internasional bagi kemerdekaan Palestina itu sendiri menjadi bukti konkrit bahwa hakikatnya penduduk dunia mendukung sebuah perdamaian, mendukung seluruh penduduk bumi bisa menikmati kehidupan yang merdeka dan bebas dari ancaman, entah dari siapapun itu, mementahkan ambiguitas otoritas Israil dan Amerika Serikat sendiri yang selama ini bertindak sepihak dengan menjanjikan perdamaian akan tetapi di sisi lain masih saja terjadi tindakan perluasan wilayah Israil ke bumi Palestina. Satu sisi mengupayakan perundingan semu, satu sisi tetap membangun pemukiman yang jika ini dibiarkan maka suatu saat Israil menyetujui kemerdekaan Palestina, maka wilayah Israil sudah bertambah luas dan banyak dari wilayah masa depan Palestina justru sudah menjadi wilayah pemukim Israil.
Ini menjadi bukti kuat bahwa sejarah pendirian Israil pada tahun 1948 silam memang dilakukan dengan perampasan tanah Palestina oleh Israil, bukan dengan jalan perundingan dengan penduduk setempat.
Beberapa hari lagi, hari bersejarah negara Palestina akan terukir. Negara dengan rakyat yang sudah menderita sekian lama di bawah penjajahan Israil, akan memperoleh lampu hijau dari mayoritas masyarakat internasional di tengah upaya penggagalan oleh Amerika Serikat dan Israil.
Langkah Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memperbaharui statusnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari negara pengamat menjadi anggota PBB, mendapat halangan cukup signifikan dari beberapa puluh negara yang sampai saat ini belum mengakui status negara Palestina.
Meskipun sudah ada sekitar 124 negara dari 193 negara anggota PBB yang mendukung Palestina tetapi masih ada 69 negara yang bisa menjadi penghalang pengakuan Negara Palestina menjadi anggota PBB, meskipun suara sebesar 64% juga signifikan dan kuat bagi Negara Palestina. Palestina membutuhkan 128 negara yang mendukung di PBB.
Beberapa waktu lalu, Inggris yang selama ini menolak mendukung Palestina Merdeka, juga sudah berbalik arah, meskipun masih tetapi memberi press statement kepada Palestina untuk tetap mengupayakan kemerdekaan melalui perundingan dengan Israil. Langkah ini spontan bisa memperburuk hubungannya dengan Amerika Serikat.
Sesungguhnya upaya pengakuan kemerdekaan Palestina ini bisa saja terveto oleh Amerika Serikat, (meskipun pemilik hak veto lainnya yaitu Inggris, China, Prancis, dan Rusia mendukung) tetapi yang bisa digarisbesarkan adalah tertulisnya data pengakuan mayoritas masyarakat dunia secara formal yang akan memberikan pressure serius terhadap legitimasi Amerika Serikat sebagai negara yang mendukung perdamaian dunia. Bisa saja terjadi, setelah adanya pengakuan masyarakat dunia yang diveto oleh Amerika Serikat, pandangan terhadap Amerika Serikat akan lemah dan kurang respect, dalam arti terjadi sebuah “isolasi halus” terhadap Amerika Serikat tersebut, meskipun tidak frontal dan tidak memberi efek seketika itu.
Sementara itu, sebuah survey yang dilakukan oleh BBC dan GlobeScan kepada 20.499 orang di 19 negara, menunjukkan hasil di beberapa negara sebagai berikut :
|
Negara |
Mendukung(%) |
Menolak (%) |
Abstain/tergantung/tak berpendapat(%) |
| Amerika Serikat |
45 |
36 |
19 |
| Filipina |
56 |
36 |
8 |
| India |
32 |
25 |
43 |
| Mesir |
90 |
9 |
1 |
| Turki |
60 |
19 |
21 |
| Pakistan |
52 |
12 |
36 |
| Indonesia |
51 |
16 |
33 |
| China |
56 |
9 |
35 |
| Inggris |
53 |
26 |
21 |
| Perancis |
54 |
20 |
26 |
| Jerman |
53 |
28 |
19 |
Survey dilakukan dengan cara pengajuan pertanyaan langsung secara tatap muka maupun melalui telepon, berlangsung antara 3 Juli hingga 29 Agustus 2011, dengan tingkat kesalahan dari survei BBC dan GlobeScan ini antara + maupun – 2,1% hingga 3,5%.
Hasil total dari survey tersebut adalah, 49% mendukung usulan negara Palestina sebagai anggota PBB sementara 21% menyatakan pemerintah mereka sebaiknya menolak. Sementara 30% abstain, “tergantung” dan tidak berpendapat apapun.
Sumber :
http://vz.ru/news/2011/9/19/523384.html
http://diariodigital.sapo.pt/news.asp?section_id=10&id_news=531641
http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-14946179
http://international.okezone.com/read/2011/09/19/412/504182/palestina-siap-untuk-merdeka
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/09/110919_palestina.shtml
http://international.okezone.com/read/2011/09/12/414/501708/uni-eropa-dukung-palestina
http://international.okezone.com/read/2011/09/16/414/503527/as-palestina-takkan-dapat-pengakuan-di-pbb
http://www.tribunnews.com/2011/09/14/asean-dukung-palestina-masuk-pbb
