WASPADAI….INDONESIA DAN MALAYSIA BERMUSUHAN, AMERIKA SERIKAT DAN NATO YANG AKAN DATANG


Beberapa kasus perbatasan Indonesia dengan Malaysia sudah menjadi berita bulanan antara Indonesia dan Malaysia. Ditambah lagi beberapa kasus perebutan kepemilikan kebudayaan kedua negara. Hampir setiap bulan, ada saja kasus diangkat di banyak media, sebagai apresiasi yang disebut sebagai “nasionalisme”.

Banyak tokoh nasional Indonesia yang memberikan dukungan agar pemerintah Indonesia lebih keras dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Bahkan ada yang mengatasnamakan “penyambung lidah Bung Karno” juga mempersonifikasikan diri Sukarno sebagai tokoh yang sangat kontra dengan Malaysia, tanpa mempertimbangkan perbedaan suasana politik pada masa Sukarno dan saat ini. Dengan semboyan “Ganyang Malaysia!!!”, patriotisme rakyat Indonesia dibakar, sehingga biasnya juga meluah ke bidang-bidang lain seperti Olahraga.

Tetapi apa yang diperbuat oleh Pemerintah Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Banyak elemen mempertanyakan dan mengecam lambannya pemerintah SBY dalam menyelesaikan kasus kedua negara, sehingga Malaysia disebut semakin berani dan terlalu dalam memperebutkan beberapa wilayah yang sudah menjadi “bagian” dari NKRI.

Beberapa waktu yang lalu, di saat Camar Bulan dipermasalahkan, pemerintah SBY justru menganugerahkan “Bintang Adipurna” yang diberikan secara langsung oleh Presiden SBY kepada Yang Dipertuan Agong XIII Malaysia, Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (16/10/2011).

Mengherankan memang, tetapi apa yang dilakukan SBY tentu banyak pertimbangan. Lebih baik kita bersahabat dengan tetangga yang sudah sering bermasalah daripada bersahabat dengan musuh meskipun kuat.

Harus disadari bahwa kondisi geografis sangat berpengaruh dalam eksistensi dan kedaulatan sebuah negara. Malaysia yang merupakan tetanggan atau jiran, harus dijaga erat persaudaraannya, sebab posisinya sangat menentukan bagi kedaulatan dan eksistensi Negara Indonesia. Jangan sampai kedua negara berpecah dalam masalah yang memang sudah bermasalah pada awalnya, dan belum ada konsensus legal-yuridis bersama.

Tanpa menjaga kelestarian persahabata kedua negara, maka dapat dipastikan kepentingan Amerika Serikat dan NATO yang akan mendekat dan “menjadi pembela bagi salah satu negara”, baik untuk alasan ekonomi maupun untuk melindungi sekutunya, terutama Singapura.

Kehadiran pasukan Amerika serikat maupun NATO di antara percikan hubungan Indonesia dan Malaysia, bukan hal yang tidak akan terjadi, tetapi sangat mungkin dan pasti bisa terjadi.

Sumber :

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/11/21/72686/Penempatan-Pasukan-AS-di-Darwin-Dicurigai-karena-Papua

http://hankam.kompasiana.com/2011/10/16/camar-bulan-bermasalah-raja-malaysia-dapat-bintang-ri-adipurna/

http://id.berita.yahoo.com/istana-jawab-polemik-gelar-bintang-ke-raja-malaysia-112852130.html

http://politik.kompasiana.com/2011/11/11/bila-as-jadi-membangun-pangkalan-militer-di-singapura/

http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/1546/Warta/AS_Campuri_Selat_Malaka_untuk_Alasan_Ekonomi.html

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s