BLOKADE IMPORT MINYAK IRAN MASUK KE RANAH PERANG ASIA VS EROPA


Sanksi akan menguntungkan Iran dalam jangka panjang

Sanksi akan menguntungkan Iran dalam jangka panjang

Sebuah “lelucon internasional” lagi-lagi dipertontonkan oleh Amerika Serikat dan tentu rencananya Uni Eropa terhadap blokade eksport minyak Iran. Dalam kacamata ekonomi, mungkin akan terjadi pembeli “mogok beli” ke sebuah pedagang tertentu, jika komoditi dagangan tersebut berupa barang yang mudah diperoleh di pasar manapun. Jika Amerika Serikat dan Eropa menghentikan penjualan komputer, akan banyak negara lain di Asia dan benua lain yang langsung memperbanyak produksi komputer, sehingga harga akan sedikit stabil. Jika Bill Gates dengan raksasa Microsoftnya menghentikan penjualan softwarenya ke Asia, akan banyak negara Asia yang mampu memproduksi software sekelas MS Windows ataupun MS Office. Jika Google menghentikan layanannya, akan banyak ilmuwan Asia yang mampu menggantikannya. Jika NASA melakukan “mogok riset” ke ruang angkasa, akan banyak negara Asia yang mampu melakukann riset ke angkasa luar. Amerika Serikat dan Eropa bisa saja mengentikan penjualan handphone, tetapi di Asia akan banyak negara yang mampu dan kompeten memproduksi handphone, sehingga dunia selain Amerika dan Eropa tidak akan kekurangan handphone, sehingga harga masih cukup stabil.
Tetapi, apakah pedagang itu akan kekurangan pembeli, jika komoditi yang dijualnya berupa minyak? Minyak merupakan  komoditi yang tidak dapat diciptakan oleh negara manapun. Minyak hanya diperoleh di negara yang memiliki tambang minyak saja.  Tentu saja “penguasa” minyak bukan negara pembeli minyak, tetapi produsen minyak, termasuk Iran. Mau dijual atau tidak terserah produsen minyak tersebut, mau diblokade atau tidak eksport minyak Iran, tergantung Iran sendiri, masih mau menjual minyaknya atau tidak. Atas dasar prinsip apa, Amerika Serikat dan Uni Eropa melakukan blokade import minyak dari Iran? Padahal langkah tersebut menjadi bumerang bagi mereka sendiri!!!
Ditutup atau tidak Selat Hormuz oleh Iran, harga minyak akan tetap melambung setinggi-tingginya, sebab blokade eksport minyak Iran akan mengurangi cadangan minyak dunia, dan alangkah naifnya jika negara produsen minyak selain Iran tidak menggunakan kesempatan kelangkaan minyak ini sebagai masa durian runtuh untuk mengeruk untung dalam penjualan minyaknya.  Dan ini akan merusak tatan ekonomi dunia. Di saat ekonomi Amerika dan Eropa sedang dilanda krisis, langkah “mogok beli” ini justru akan menjadi “bom bunuh diri” bagi Amerika dan Eropa.
Sementara itu, informasi dari salah satu negara Asia, kedutaan Besar AS di Seoul yang lebih dari satu bulan menekan langsung perusahaan Korea Selatan untuk tidak membeli minyak dari Irak ternyata gagal dalam aksinya ini. Demikian dilaporkan IRNA Kamis (5/1).
Pemerintah Seoul secara resmi menyatakan bahwa impor minyaknya dari Iran tidak akan berkuran dan berencana meningkatkan pembelian minyak dari Tehran di tahun ini.
Kemudian, Tom Bentz, Direktur BNP Paribas Prime Brokerage Inc kepada Bloomberg, Rabu waktu setempat, menyampaikan bahwa mengencangkan baut (sanksi) terhadap Iran hanya membuat ketegangan semakin besar dan semakin potensial untuk mereka menutup Selat Hormuz. Seandainya rencana  penutupan Selat Hormuz benar-benar terjadi, dan akhirnya  pecah perang teluk jilid kesekian, maka saat perang berlangsung entah sampai kapan, harga minyak akan tetap melambung.
Sebagaimana informasi yang tersiar, bahwa negara-negara yang tergabung dalam UE berencana untuk memberikan sanksi yang lebih keras kepada sektor energi dan perbankan Iran. Rencana sanksi ini akan diputuskan pada 30 Januari 2012. Merespon rencana tersebut, Iran sendiri mengancam akan memblokade pengiriman minyak mentah lewat Selat Hormuz jika ekspor minyaknya dihentikan. Padahal porsi pengiriman minyak mentah lewat Teluk Persia mencapai 20 persen dari total pengiriman dunia. “Jika Eropa akan berhenti membeli minyak mentah Iran, mereka masih bisa membeli dari tempat lain, dan itu akan kian memperketat pasokan minyak,” tambah Bentz. Artinya, ditutup atau tidak Selat Hormuz, harga akan tetap melambung, sebab akan mengurangi pasokan komoditi minyak untuk dunia.
Lebih lugas informasi datang dari New York. Menurut Kepala Penelitian Pasar Minyak untuk Amerika Societe Generale SA, Mike Wittner, di New York, harga minyak Brent juga bisa menembus 125 dollar AS jika larangan impor oleh UE atas Iran jadi diberlakukan. Langkah itu akan membutuhkan pasokan pengganti sekitar 600.000 barrel minyak per hari dari Arab Saudi. Wittner menyebutkan, ini akan menghabiskan kapasitas cadangan minyak negara itu. Jika ini terjadi, maka sekali lagi, cadangan minyak dunia akan berpihak kepada Iran.
Kemudian, jika terjadi Amerika dan Eropa menghentikan import minyak dari Iran dan membeli minyak dari negara non-Iran, maka apakah negara-negara Eropa akan tetap menolak membeli minyak dari Iran sementara Iran menurunkan harga di bawah harga minyak negara non-Iran? Tentu pembeli bijak akan memilih membeli dengan harga yang lebih “hemat” jika kualitas komoditinya sama. Lagi-lagi, Iran diuntungkan dengan “serangan minyak” Amerika tersebut.
Blokade akan mengganggu ekonomi Iran sejenak, tetapi dalam jangka panjang akan menguntungkan penjualan minyak Iran ke pasaran non Amerika dan non eropa.
Hanya Amerika dan Eropa yang mengancam memblokade import minyak dari Iran, tetapi negara-negara Asia dan Afrika tetap akan membeli minyak dari Iran, di mana Iran  mungkin akan menjualnya dengan “harga hemat” untuk negara-negara Asia.

Sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/01/05/08162656/Iran.Buat.Harga.Minyak.Mentah.Terus.Melesat

http://indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/korsel-abaikan-ancaman-as-pembelian-minyak-dari-iran-ditambah?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-1%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_m7UK%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_state%3Dnormal%26p_p_mode%3Dview%26p_p_col_id%3Dcolumn-1%26p_p_col_count%3D2

http://www.suarapembaruan.com/home/jepang-tolak-tekanan-as-untuk-hentikan-impor-minyak-dari-iran/15079

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s