Karya Nyata (Strategi Sistem Bagi Hasil Pengelolaan Modal Usaha antara PKBM dengan UD.Ngudi Mulyo)

LKN PTK-PAUDNI 2012

LKN PTK-PAUDNI 2012

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang Masalah

Sesuai dengan Pasal 26 BAB VI Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan bagian dari lembaga yang berperan dalam pendidikan nonformal (Tim Redaksi Pustaka Yustisia, 2011:130). Peran tersebut selaras dengan konsep penanggulangan kemiskinan yang dapat ditempuh melalui empat jalur, yaitu peluasan kesempatan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas dan perlindungan sosial (Randy R. Wrihatnolo dan Riant Nugroho Dwidjowijoto, 2007:33).

Konsep penanggulangan kemiskinan mengarah pada tujuan pembangunan negara yang indikatornya adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat dalam wujud berupa meningkatnya penghasilan dan dapat bertahan hidup (Soedijarto, 2008:310). Masyarakat memiliki keterampilan dan kecakapan hidup yang bernilai komersil dan menguntungkan, dengan terpenuhinya kewenangan dan kapasitas masyarakat yang dibutuhkan dalam proses pemberdayaan masyarakat (Soetomo, 2011:88).

Dalam rangka pemberdayaan potensi masyarakat ini, mereka dibina dan dilatih oleh salah satunya ialah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Laily Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, sebagai bentuk partisipasi seluruh masyarakat mengisi proses pembangunan nasional (Mohammad Ali, 2009:48). Harapannya, mereka mampu bekerja pada sebuah perusahaan atau pengusaha, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru (Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, 2008:2).

Made Pidarta (2009:184) menerangkan pengguna tenaga kerja lebih mengutamakan memilih calon tenaga kerja yang memiliki kemampuan bekerja yang baik, bukan kepemilikan atas ijazah jenjang pendidikan tertentu. Ini kenyataan di dunia kerja yang juga mendasari upaya PKBM Laily tersebut.

Oleh karena itu, seharusnya PKBM Laily berperan besar membantu masyarakat untuk memperoleh akses kesempatan belajar keterampilan tertentu. Dengan kewenangannya, PKBM Laily akan lebih maksimal dan optimal jika semua aspek perencanaan program, manajemen operasional lembaga dan unit kegiatannya dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya faktor pendanaan yang merupakan sumber penggerak menjalankan roda pemberdayaan masyarakat (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2011:256). Bahkan, sebelum dilaksanakannya sebuah program, faktor ketersediaan dana juga menentukan kelancaran dalam proses perencanaan yang kedudukannya sangat urgen bagi sebuah lembaga (Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun, 2007:33).

Secara nasional memang pendidikan memerlukan anggaran dana bersumber APBN dan APBD, dan saat ini sudah dialokasikan sebesar 20% dari total APBN dan APBD (Soedijarto, 2008:347). Akan tetapi PKBM memiliki tanggungjawab keseharian untuk pengelolaan yang menjamin kemandirian lembaga sehingga anggaran pendidikan bersumber APBN maupun APBD yang dikucurkan dapat terserap dengan baik untuk pemberdayaan masyarakat.

Pada awal berdirinya PKBM Laily, meskipun belum ada penopang dana, kegiatan harian lembaga masih bisa dijalankan meskipun seadanya dan tersendat-sendat. Seiring derap perkembangan pendidikan non formal yang menuntut kerja keras dan konsentrasi pikiran, keadaan tersebut tentu menjadikan lembaga gagal memenuhi kebutuhan operasional pengelolaannya, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup pengurus dan kordinator yang menanganinya. Artinya, PKBM Laily belum memiliki sumber dana yang menjamin operasional lembaga, kesejahteraan dan kelayakan hidup pengurus dan kordinator unit kegiatannya.

Terkendala status lembaga yang tidak bergerak di bidang komersil dan non-profit, PKBM Laily melakukan terobosan baru dengan membangun jaringan kerjasama dengan Sistem Bagi Hasil dengan UD.Ngudi Mulyo. Jaringan ini melibatkan komponen warga belajar lulusan program di PKBM, sehingga sistem bagi hasil ini bersifat tidak langsung. Faktor dana bagi PKBM Laily, meskipun seribu begitu berarti bagi operasional lembaga.

Pengalaman beberapa bulan oleh PKBM Laily tersebut digambarkan dalam makalah Karya Nyata berjudul “Strategi Sistem Bagi Hasil Pengelolaan Modal Usaha antara PKBM dengan UD.Ngudi Mulyo dalam Upaya Memandirikan PKBM Laily Kecamatan Tersono Kabupaten Batang”.

Lebih lengkap bisa didonwnload di sini LKN 2012 PTK-PAUDNI

MILAD MUHAMMADIYAH KE-102 DI TERSONO KABUPATEN BATANG

Bapak Rokhmat, S.Ag selaku PCM Tersono dan Peserta Khitan Massal

Bapak Rokhmat, S.Ag selaku PCM Tersono dan Peserta Khitan Massal

Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-102, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono Daerah Kabupaten Batang menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan bertema kemuhammadiyahan, keagamaan dan kebangsaan dengan diawali upacara peringatan Milad Muhammadiyah diteruskan dengan Sarasehan seluruh warga Muhammadiyah se-cabang Tersono berlokasi di gedung SMP Muhammadiyah Tersono – Batang.

Sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Drs.H.Nasihin, pejabat Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang.

Kegiatan sosial keagamaan Milad Muhammadiyah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1433 H adalah korban dan pembagian daging korban kepada warga kurang mampu dalam Muhammadiyah dan bukan Muhammadiyah se-kecamatan Tersono, dengan hewan korban sejumlah 67 ekor lembu dan beberapa kambing.

Out Bound Hizbul Wathan

Out Bound Hizbul Wathan

Kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, di antaranya Kemah Da’wah dan Keakraban Pandu Hizbul Wathan yang diikuti dari SD/MI, SMP/MTs, SMA Muhammaidiyah se-cabang Tersono diadakan pada tanggal 7-8 November 2011. Kemah tersebut melibatkan seluruh pelajar Muhammadiyah di sekolah dasar dan menengah, dengan beberapa agenda pembinaan keahlian kepanduan, outbound, keagamaan dan pentas seni.

Kegiatan sosial lain adalah Khitan massal yang dikuti peserta dari masyarakat umum. Untuk Khitan massal ini, PCM Tersono mengadakan kerjasama dengan Rumah Sakit QIM Batang.

Kegiatan berikutnya adalah Pawai Ta’aruf dan Jalan Santai pada Ahad 20 November 2011 yang diikuti peserta warga Muhammadiyah, simpatisan Muhammadiyah dan masyarakat umum. Dengan berpakaian bertema kemuhammadiyahan, keagamaan dan nasionalisme kebangsaan, peserta berjalan kaki sepanjang kurang lebih 3 km.

Dijamu dengan beberapa display tim Marching Band dari Mts Muhammadiyah Tersono, MI Muhammadiyah Tanjungsari, MI Muhammadiyah Pekuncen dan MI Muhammadiyah Kranggan, peserta rela kepanasan di bawah terik matahari menunggu pembacaan satu persatu pemenang door prize, diselingi lagu hiburan dari artis lokal.

Marching Band MI Muhammadiyah Pekuncen, Rejosari Timur

Marching Band MI Muhammadiyah Pekuncen, Rejosari Timur

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono, Bapak Rokhmat, S.Ag yang alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pondok Pesantren Sobron Solo, menyampaikan bahwa Milad Muhammadiyah ini diikuti oleh seluruh warga Muhammadiyah berikut Ortomnya, dengan tujuan untuk mereformasi moral dan pembentukan karakter bangsa yang mandiri, maju, yang sudah didengungkan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Bapak Rokhmat, S.Ag juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan tenaga, materi dan kesediaan penyerahan door prize dari seluruh warga Muhammadiyah, simpatisan Muhammadiyah se-cabang Tersono, sehingga pawai ini menjadi meriah dan mengesankan, memberi manfaat tidak hanya untuk warga dan simpatisan Muhammadiyah , tetapi bagi masyarakat umumnya.

Pengajian Milad Muhammadiyah, Donor Darah dan Bazar Kuliner yang akan diadakan pada tanggal 27 November 2011 menutup satu bulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono Daerah Batang memperingati Milad Muhammadiyah ke-102.

KEKELIRUAN PARADIGMA ZIONISME TENTANG SEBUAH NEGARA

Indonesia tetap kokoh berdiri sebagai sebuah Negara, meskipun dahulu kala tidak ada negara atau kerajaan bernama Kerajaan Indonesia

Indonesia tetap kokoh berdiri sebagai sebuah Negara, meskipun dahulu kala tidak ada negara atau kerajaan bernama Kerajaan Indonesia

Tulisan ini sebagai penjelasan bersama, mengapa kita masih perlu bersabar mengakui Negara Israil, sampai berdirinya Negara Palestina.

Saya tidak anti-zionis, tetapi anti pada alasan pendirian Negara Israil yang menyatakan bahwa Pendirian Negara Israil sebagai tindakan Legal disebabkan bahwa dahulu kala sudah ada wilayah dan Kerajaan Israil. Alasan tersebut sama artinya dengan membolehkan sebuah entitas masa lalu membongkar dan membubarkan banyak negara-benar yang saat dahulunya tidak memiliki wilayah dan tidak tercatat dalam sejarah, dan tentunya akan merusak keberadaan Negara Indonesia kita sendiri, yang memang dalam sejarah tidak pernah ada kerajaan bernama Kerajaan Indonesia.

Ini perenungan wawasan kebangsaan, mengapa Indonesia menyebut tindakan Israil sebagai Penjajahan terhadap Palestina, mengapa Indonesia tidak menyebut tindakan Israil sebagai pengembalian wilayah Israil menyesuaikan dengan “cerita” sejarah zaman lalu (sebelum Masehi) yang sumber sejarahnya juga tidak jelas.

Zionisme adalah sebuah gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki. Gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya “Der Judenstaat” (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini. (Wikipedia)

Sementara, Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem/ aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.

Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.(Wikipedia)

Kemudian definisi Negara menurut para ahli,

Prof. Farid S. : Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.
Georg Jellinek : Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
Georg Wilhelm Friedrich Hegel : Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal
Roelof Krannenburg : Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.
Roger H. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
Prof. Mr. Soenarko : Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
Aristoteles : Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.(Wikipedia)
Sejarah berdirinya sebuah negara, dijelaskan oleh beberapa pakar yang penulis kutip dari Wikipedia :
  1. Pendudukan (Occupatie). Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya, Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.
  2. Peleburan (Fusi) . Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru. Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.
  3. Penyerahan (Cessie). Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Misalnya, Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Prusia,(Jerman).
  4. Penaikan (Accesie). Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur Sungai atau dari dasar Laut (Delta). Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara. Misalnya wilayah negara Mesir yang terbentuk dari Delta Sungai Nil.
  5. Pengumuman (Proklamasi). Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contohnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu Jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.
Apa yang menjadi misi Zionisme adalah pendirian sebuah wilayah yang menjadi tempat tinggal Bangsa Yahudi yang kemudian dinamakan Negara Israil di bumi Palestina, dengan pertimbangan sepihak bahwa Bangsa Israil bahwa sejarah Yahudi (baca : Israil) sudah memiliki sejarah wilayah di lokasi yang dinamakan Palestina.
Persoalan alasan mengapa Zionis memilih Palestina inilah yang sebenarnya menjadi sumber dan akar keruwetan perilaku Zionis pada tahap berikutnya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sebuah negara tertentu tidak bisa didirikan dengan alasan bahwa pada zaman dahulu sudah berdiri kerajaan atau pemerintah tertentu di wilayah tersebut. Paradigma tentang tahapan proses pendirian sebuah negara versi Zionis ini merupakan pembongkaran paksa dan penghancuran paksa tatanan sosial masyarakat yang sudah terjalin dengan aman, damai dan saling menghargai.
Jika jalan pikir Zionis ini dibenarkan secara hukum internasional, maka akan banyak negara yang menjadi “illegal” dan harus dibongkar ulang, kemudian mendirikan negara yang wilayah dan nama menyerupai wilayah dan nama sebuah negara/kerajaan yang sudah berdiri pada masa lalu, mungkin beberapa ribu tahun yang lalu, sebagaimana Israil ini.
Akibat dari dibenarkannya pahaman Zionis ini maka akan muncul akibat sebagai berikut :
  1. Akan banyak tuntutan dari cucu-cucu sebuah generasi untuk mendirikan negara-negara yang sudah dimiliki oleh nenek dan kakek moyang mereka. Satu contoh, maka akan ada keturunan Kerajaan Majapahit, Singosari atau Demak, atau mungkin suku Jawa, yang menuntut pemerintah Indonesia untuk mendirikan negara Majapahit, Singosari atau Demak, ataupun Negara Jawa.
  2. Usaha ilegalitas negara-negara yang tidak memiliki sejarah wilayah dan nama khusus di masa lalu, seperti Amerika Serikat, Indonesia, Australia,
  3. Perebutan wilayah oleh komunitas negara tertentu terhadap wilayah negara lainnya, disebabkan dahulunya wilayah negara lain tersebut merupakan bagian wilayah negara tertentu. Pada tahap kejadian ini, akan terjadi secara bertahap menyesuaikan tahun masa berdiri negara tersebut.
  4. Secara Hukum, hilangnya legalitas penduduk Yahudi untuk tinggal di tempat/negara lain selain Israil. Pada titik inilah beberapa tokoh/kelompok Yahudi, termasuk Presiden Ahmadinejad menunjukkan eksistensinya yang anti-Zionis ini, dikarenakan, jika sampai Iran mengakui Negara Israil, maka penduduk suatu negara yang berdarah Bangsa Yahudi di seluruh dunia harus hengkang dan berpindah ke Negara Israil.
Tulisan ini sebagai penjelasan bersama, mengapa kita masih perlu bersabar mengakui Negara Israil, sampai berdirinya Negara Palestina.
Saya tidak anti-zionis, tetapi anti pada alasan pendirian Negara Israil yang menyatakan bahwa Pendirian Negara Israil sebagai tindakan Legal disebabkan bahwa dahulu kala sudah ada Kerajaan Israil. Alasan tersebut sama artinya dengan membolehkan sebuah entitas masa lalu membongkar dan membubarkan banyak negara-benar yang saat dahulunya tidak memiliki wilayah dan tidak tercatat dalam sejarah.
Sebagaimana para pakar sejarah berdirinya negara tidak pernah menyebutkan bahwa sebuah kelompok masyarakat bisa mendirikan negara tertentu dengan alasan bahwa dahulu kala sudah ada negara dengan wilayah dan nama tertentu tersebut.
Sumber :
http://murtadinkafirun.forumotion.net/t10687-fakta-gelap-kebijakan-israel-ideologi-zionis-i
http://id.wikipedia.org/wiki/Zionisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara

AWAN MIRIP “LILLAH” SAAT MILAD MUHAMMADIYAH KE 101

Gambar dengan latar di langit berupa sebuah grafis menyerupai kalimat “LILLAH” (milik Allah), dijepret oleh seorang peserta Upacara dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-101, Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang, tepat pada tanggl 8 Dzulhijjah 1431 H, bertepatan pada Ahad, 14 November 2010, di Lapangan Gedongsari Tersono Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Perhatikan gambar di bawah ini, imej LILLAH dengan jelas menampakkan diri.

Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101

Muhammadiyah

Image via Wikipedia

Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101

Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang

 

 

Jalan Santai yang sukses, Hujan Tetapi tidak basah

Jalan Santai yang sukses, Hujan Tetapi tidak basah

Dalam memperingati kelahiran organisasi Islam Kemanusiaan tanah air, Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang, mengadakan berbagai kegiatan organisasi dan kemanusiaan. Di antara kegiatan tersebut berupa Kemah Keakraban, Donor Darah, Bazar, Pentas Seni pelajar Muhammadiyah, Sarasehan, dan Jalan Santai.

 

Kemah Keakraban merupakan kemah yang melibatkan siswa semua jajaran perguruan Muhammadiyah dari tingkat SD/MI sampai SMA berhaluan Muhammadiyah di antero Kecamatan Tersono. Dilaksanakan sejak tanggal 13 s.d 14 November 2010, yang dilanjutkan dengan kegiatan Upacara Hari Lahir Muhammadiyah tepat pada Ahad, 8 Dzulhijjah 1431 , bertepatan dengan tanggal 14 November 2010. Pada pagi sampai siangnya, diselenggarakan kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Batang.

 

Sponsor Utama

Sponsor Utama

Sebagai pamungkas peringatan dimeriahkan dengan acara Jalan Santai dan Bazar, pada Ahad tanggal 21 November 2010. Jalan Santai diikuti oleh masyarakat sekitar Kecamatan Tersono, yang berasal dari semua golongan. Jalan Santai disponsor-utamai oleh Telkomsel. Memperebutkan Hadiah Utama berupa satu unit Laptop, serta 2 ekor Kambing, 2 ekor angsa, dan ratusan door prize, hasil donasi dari dermawan lingkungan warga Muhammadiyah dan simpatisan di Tersono, Limpung, Weleri, Bawang, Banyuputih. Acara sukses berjalan dengan Hadiah Utama berhasil direbut adik Septiani, dari Desa Sendang..

 

Satu kejadian yang benar-benar membuat segenap panitia bersyukur kepada Allah secara khusus adalah cuaca di lokasi lapangan Gedongsari Tersono yang cukup sejuk, tidak terlalu panas dan tepat satu menit setelah semua peralatan dikemas, hujan besar turun mengguyur lapangan dan sekitar Tersono, sehingga semua acara dalam peringatan Milad Muhammadiyah ke-101 Muhammadiyah Cabang Tersono Batang ini, berlangsung dengan tanpa halangan apapun, dari awal hingga selesainya. Panggung yang tidak diset dengan pemasangan atap, ternyata tidak membuat panitia dan seluruh peserta Jalan Santai tidak direpotkan oleh air hujan. Ada seorang anggota yang menyebut, kegiatan Jalan Santai ini betul-betul sukses, sebab walaupun hujan, tetapi semua panitia dan peserta tidak basah oleh air hujan, dalam kondisi lapangan tanpa atap apapun.

 

Kalimat mirip lafadz Allah di langit

Pada saat Upacara Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101 ini, ada satu kejadian cukup menggemparkan. Dipas-paskan, ternyata ada gambar imej aneh di langit bagian selatan, yaitu munculnya grafis dari awan yang membentuk mirip kalimat Lillah (Milik Allah).

 

Kalimat Lillah (Milik Allah) di langit

 

 

SEGENAP PANITIA MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA PIHAK TELKOMSEL, DAN SEMUA WARGA YANG SUDAH MEMPERCAYAKAN DOORPRIZE UNTUK DISALURKAN KEPADA PESERTA JALAN SANTAI. TIDAK LUPA JUGA, KAMI SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA PENYUMBANG  DOMPET PEDULI MERAPI. SEMOGA AMAL IBADAH ANDA SEMUA, DITERIMA OLEH ALLAH SWT. JAZAKUMULLAH KHAIRON KATSIRO.

Hari Aksara Internasional Jawa Tengah Ke 45 di Rembang

Penulis dan beberapa wakil dari Disdikpora Kab.Batang dan dari Desa Vokasi

Penulis dan beberapa wakil dari Disdikpora Kab.Batang dan dari Desa Vokasi

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke 45 tahun 2010 Provinsi Jawa Tengah diabadikan dengan penyelenggaraan Pameran Pendidikan Non Formal dan Desa Vokasi yang bertempat di Alun-alun kota Rembang, Kabupaten Rembang, pada tanggal 19 s.d 21 Oktober 2010.

Dihadiri duta Pendidikan Non Formal dari 35 Kabupaten Se-Jawa Tengah, Rembang menjadi ajang promosi berbagai bentuk proses kegiatan dan hasil produksi kegiatan pendidikan non formal, di antaranya sejumlah Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), HIPTI, LMDH, dan unsur mitra lainnya.

Pameran secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian (PLH) Asisten Kesra Sekda Provinsi Jateng Drs M. Jusuf mewakili Gubernur Jawa Tengah. Dalam Sambutan tertulisnya, gubernur menyampaikan agar kegiatan berkaitan dengan upaya pengentasan sebagian dari buta aksara benar-benar diperhatikan karena hal ini terkait dengan upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakat.

Khusus kontingen dari Kabupaten Batang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menampilkan hasil produksi asli masyarakat di Kabupaten Batang, berupa beberapa jenis makanan dan minuman ringan, batik khas Batang, dan beberapa display kegiatan pendidikan non formal. Empat Desa Vokasi dari Kecamatan Tersono, Bawang, Bandar dan Kandeman juga aktif mempromosikan kegiatannya dalam Pameran yang kebetulan tidak ada halangan dan berjalan dengan lancar.

Penulis adalah aktivis PKBM Laily Kecamatan Tersono dan Wakil dari Desa Vokasi Tersono Kecamatan Tersono – Batang.

 

Puting Beliung melanda desa Tersono, Kabupaten Batang

Papan Penunjuk arah yang tumbang

Sungguh mengejutkan warga di desa Tersono, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa tengah. Hujan dan disertai angin puting beliung kecil, melanda desa Tersono dan sekitarnya, pada Rabu tanggal 6 Oktober 2010, jam 14.30 WIB s/d 15.15 WIB. Beberapa pohon tumbang dan patah cabang, sehingga ada rumah sebagian warga yang rusak parah. Beberapa rumah yang bebas dari pohon tumbang, tak lepas juga dari serangan angin puting beliung kecil tersebut.

Beberapa ruas jalan, penuh dengan dedaunan dan ranting-ranting berserakan sepanjang jalan. Menurut warga, saluran listrik yang menuju Desa Kranggan juga terputus.

Peristiwa ini ternyata mengundang beberapa warga untuk keluar rumah,beberapa saat usai “bencana kecil” berlangsung. Warga meluah di jalanan dan sengaja mengambil kesempatan untuk berwisata, menyaksikan sisa-sisa dan bekas jejak perjalanan angin puting beliung.

Atap rumah warga yang ikut terbang

Atap rumah warga yang ikut terbang

Selain itu, sebagian rumah, mengalami keruntuhan kecil dan pergeseran atap rumah yang cukup parah, bahkan ada yang harus direnovasi besok harinya.

Pada saat angin bertiup kencang, tower sebuah perusahaan telekomunikasi terlihat meliuk-liuk, yang mana ini memancing warga sekitarnya untuk berhamburan keluar rumah.

Sebuah palang papan arah juga terkena dampaknya, tumbang tanpa ampun.

 

 

 

 

Salah satu papan nama yang roboh menyembah bumi

Salah satu papan nama yang roboh menyembah bumi

Merindukan Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang

Universitas Kabupaten Batang

Universitas Kabupaten Batang

Sejak reformasi 1998 berlalu, di Kabupaten Batang ini sudah banyak terlihat perkembangan cepat dan kemajuan di berbagai bidang, terutama pembaruan infrastrukturnya.

Dalam bidang pendidikan, sudah banyak kemajuan seiring bertambahnya beberapa satuan pendidikan atau sekolah baru, yang semakin menjangkau dan menampung anak usia sekolah, ke segala penjuru dan pelosok wilayah Kabupaten Batang.

Berbagai satuan pendidikan tersebut sudah banyak menghasilkan output yang berkualitas dan dengan seabreg prestasi yang membanggakan.

Berdasarkan data dari http://www.batangkab.go.id/index.php?nav=com_menu&id=4 diketahui bahwa jumlah rata-rata pada tahun 2006, lulusan dari SMU sebanyak 4.914 dan SMK sebanyak 3.312 siswa. Alangkah ironisnya jika potensi sebesar itu belum bisa menggerakkan hati pengembang dan pembangun pendidikan di Kabupaten Batang untuk mendirikan Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang. Rata-rata jumlah lulusan SMU/SMK di Kabupaten Batang yang mencapai 7000 lulusan (belum  termasuk anak daerah yang bersekolah di SMU/SMK di luar kabupaten) tersebut yang berminat melanjutkan pendidikan ke peguruan tinggi harus “gentayangan” mencari “solusi” ke luar daerah. Kebudayaan “ngawruh ilmu” ke luar daerah ini yang memang sudah menjadi kebiasaan tahunan, bisa dieliminasi seminimal mungkin dengan penyediaan sarana pendidikan lanjutan atau perguruan tinggi lokal, minimal satu, maksimal tak terbatas!

Sampai detik ini, penulis belum memperoleh informasi (mohon maaf, jika memang sudah ada rencana tetapi belum terlaksana sampai tulisan ini terbit), yang menyusun planning besar (The Great Idea) untuk mendirikan Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang ini. Sementara kita semua sadar bahwa di sekelilingnya sudah bertebaran sekolah tinggi, universitas maupun institut yang siap menerima beberapa ribu siswa lulusan SMA/SMK yang melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah mereka.

Keadaan ini sungguh menyedihkan, sebab setiap tahun dipastikan akan ada pelajar yang meneruskan kuliah ke perguruan tinggi di luar daerah, yang ini artinya akan ada investasi yang lari ke luar daerah. Belum lagi, keadaan terparah yang akan dihadapi adalah, adanya stigma dan “noda abadi”, bahwa Kabupaten Batang ini dianggap tidak peduli dengan potensi-potensi anak daerah asli, dan bahkan membiarkan mereka yang berpotensi itu mencari penghidupan dan jalan hidupnya menjauh dari kota asalnya ini.

Anak-anak muda yang berbakat itu sebenarnya sedemikian merindukan sentuhan pemerintah daerah Kabupaten Batang, untuk mengabdikan ilmu dan kemampuannya memajukan daerahnya asalnya sendiri. Tetapi kadangkala kita lebih suka membiarkan potensi besar itu lari dan “mencari nafkah” ke luar daerah dengan meninggalkan jejak “kurang baik” pada ”bendera” Kabupaten Batang. Mereka akan mengasingkan diri dari kota asalnya dan memilih membangun masa depannya di luar daerah.

Hal lain yang mendorong mendesak untuk segera di realisasikannya Perguruan Tinggi oleh pengembang pendidikan di Kabupaten Batang ini adalah bahwa adanya Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang ini akan menghasilkan output yang berdaya saing di tingkat lokal. Jadi pada saatnya nanti, untuk menjadi guru saja, maka akan berhadapan dengan ribuan lulusan yang siap berebut jabatan pengabdian tersebut, sehingga koreksi dan mutunya juga bisa ditingkatkan.

Di bawah ini beberapa faktor yang mendorong mendesaknya pendirian Perguruan tinggi di Kabupaten Batang:

  1. Jumlah lulusan SMU/SMK yang besar mencapai sekitar 7000 anak setiap tahunnya
  2. Dalam rangka untuk meningkatkan jumlah lulusan SMU/SMK yang melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Adanya PT lokal akan membesar kemungkinan kuliah bagi lulusan SMU/SMK sebab mengurangi biaya akomodasi dan lain-lain.
  3. Meningkatkan daya saing lulusan sarjana
  4. Adanya perguruan tinggi memicu dan menggerakkan roda ekonomi lainnya, seperti pengusaha foto copy, rumah kost, dan menaikkan penjualan peralatan pendidikan.
  5. Menarik peredaran rupiah bidang pendidikan tinggi untuk tetap di Kabupaten Batang
  6. Menarik rupiah dari luar daerah untuk membelanjakannya di dalam “domestik” Kabupaten Batang.
  7. Adanya Perguruan Tinggi merupakan imej dan prestij tersendiri suatu daerah, yang ini akan memberi celah kemungkinan membentuk paradigma sekolah SMU/SMK unggulan di Kabupaten Batang, yang mampu menarik pelajar luar daerah untuk melanjutkan sekolah SMU/SMK di Kabupaten Batang ini.
  8. Pemerintah dan pengusaha daerah tidak akan kekurangan tenaga dan calon tenaga kerja profesional
  9. Meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Batang
  10. Menciptakan ikon pendidikan di Kabupaten Batang

Demikianlah sedikit panorama pendidikan di Kabupaten Batang ini, yang kita tentu tidak bermaksud membuka keadaan ini menjadi sebuah “kabar tidak baik”, tetapi sebagai pemacu dan pemicu adrenalin pengembang dan pengamat pendidikan di Kabupaten Batang, agar selalu memiliki rencana mendirikan perguruan tinggi di daerah ini, dengan tetap memfokuskan diri pada pemberdayaan potensi lokal.

Membesarkan sekolah unggulan di Kabupaten Batang

Beberapa waktu yang lalu ketika diadakan sebuah angket untuk mengungkap minat bagi siswa di sebuah sekolah swasta di Kabupaten Batang dalam melanjutkan study-nya setelah lepas dari sekolah tingkat menengah pertama, yang terhasil dari angket tersebut adalah sungguh ironis. Dari sekian banyak siswa, hanya sekitar beberapa saja yang berminat untuk melanjutkan sekolah di wilayah Kabupaten Batang.

Mengungkap alasan mengapa banyak yang tidak berminat melanjutkan di wilayah Kabupaten Batang, memang ada jawaban “nyleneh”, bahwa kenyataannya memang di Kabupaten Batang ini belum ada sekolah yang bisa dijadikan unggulan dan tergolong “favourit”. Saat pertanyaan diajukan kepada yang berminat untuk tetap bersekolah di wilayah Kabupaten Batang atau di kecamatan tertentu di Kabupaten Batang, jawabannya sungguh memprihatikan, yaitu tidak ada uang untuk sekolah di luar Kabupaten Batang.

Ini sebuah gambaran umum dan sudah tumbuh untuk sekian lamanya, sebuah “stereotip kotor”  yang menganggap bahwa di Kabupaten Batang ini kekurangan sekolah unggulan.

Mempertanyakan sekolah unggulan, sebenarnya pertanyaannya yang tepat adalah apakah siswa sekolah di Kabyupaten Batang ini tidak menginginkan sekolah-sekolah di Kabupaten Batang ini menjadi sekolah unggulan? Bukankah dengan “mengunggulkan” sekolah di Kabupaten Batang itu artinya kita sudah menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah unggulan?

Di Kabupaten Batang ini begitu banyak ditemukan pelajar yang ternyata mampu dan sanggup untuk menjadi unggulan di sekolah-sekolah di luar Kabupaten Batang. Alangkah unggulnya sekolah di Kabupaten Batang ini jika kita sudah mampu  memutuskan imej yang kurang tepat di dunia pendidikan Kabupaten Batang bahwa di Kabupaten Batang tidak ada sekolah favorit.

Kita harus memulai membangun imej yang meluruskan keadaan bahwa di Kabupaten Batang ini sesungguhnya sudah banyak berdiri sekolah-sekolah unggulan yang bisa dijadikan sasaran melanjutkan belajar bagi pelajar-pelajar di Kabupaten Batang, baik yang negeri ataupun yang swasta.

Jadi persoalan utama sebenarnya persoalan imej dan kacamata yang dipergunakan selama ini, bahwa bukanlah tidak adanya sekolah unggulan, tetapi kurangnya orang tua dan siswa sekolah sendiri yang mendukung untuk mengunggulkan sekolah di Kabupaten Batang ini. Dengan segala “pengorbanan”nya, banyak orangtua yang justru mendukung mengunggulkan sekolah di luar Kabupaten Batang. Dana banyak keluar untuk membayar di sekolah-sekolah di “luar sana”, tetapi menginginkannya bisa “gratis” jika bersekolah di Kabupaten Batang. Ini stigma yang sempit dan meruntuhkan semangat membesarkan sekolah sendiri.

Satu hal lagi yang mungkin menjadi pendorong dalam rangka menjadikan sekolah di Kabupaten Batang ini sebagai pilihan utama, adalah dengan mengkampanyekan bagi pelajar-pelajar untuk mempromosikan sekolah di Kabupaten Batang ini. Setiap kali ada promosi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ternyata yang banyak masuk adalah mereka yang datang dari luar daerah. Mereka begitu gencar dan telaten datang dari jauh, membawa “pesan sponsor”, dan memberikan informasi yang seharusnya bisa dilakukan anak daerah. Sehingga, imej tidak sehat ini mengena sekolah-sekolah di Kabupaten Batang, dan seolah-olah menyatakan bahwa di Kabupaten Batang ini tidak ada sekolah yang tepat untuk diunggulkan.

Kita harus memulai dan membesarkan sekolah-sekolah di Kabuoaten Batang ini, agar menghasilkan pelajar unggulan dan berdaya saing tinggi dengan pelajar lainnya dari luar daerah.

Tingkatkan ilmu, agar hati mudah lapang dada

Drs.H.Rosihan Anwar, M.Ag. Dosen Unissula

Drs.H.Rosihan Anwar, M.Ag. Dosen Unissula

Agar kita bisa lapang dan menerima segala ikhtilafi dalam hal pelaksanaan perintah agama Islam, yang takkan pernah kunjung henti, maka satu langkah pertama adalah kita mau tidak mau harus meningkatkan belajar dan manambah ilmu pengetahuan agama Islam, ” demikian disampaikan oleh Bapak Drs.H.Rosihan Anwar, M.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan sekligus Dosen Unissula, Semarang.

Kegiatan Kajian Tabligh Muhammadiyah, yang digelar dalam rangka meningkatkan taqwa di bulan Ramadhan 1431 H ini, diselenggarakan oleh Majlis Tabligh dan Da’wah Khusus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Tersono Kabupaten Batang Jawa Tengah. Acara dilaksanakan di gedung Mts.Muhammadiyah Tersono Batang, da08.00 WIB s.d jam 13.00 WIB, pada Ahad tanggal 29 Agustus 2010.

Rosihan juga menyampaikan bahwa semua perbedaan-perbedaan dalam penafsiran dan pelaksanaan ajara Islam ini masih terasa di pedesaan dan lokasi yang “terisolir” dari keterbukaan seperti di perkotaan yang sebagian besar warganya sudah berpikir terbuka dan siap berbeda dalam beragama.

Kajian Ramadhan, oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono Batang, Majlis Tabligh dan Da'wah Khusus

Kajian Ramadhan, oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono Batang, Majlis Tabligh dan Da'wah Khusus

Walaupun demikian“, lanjut Beliau,”perbedaan itu harus memiliki syarat utama dan pertama, yaitu dasar hukum dari Al Qur’n dn Hadits, yang mana dasar hukum tersebut juga benar-benar diakui validitasnya“. Oleh karena itu, perbedaan tidak ditoleril bagi amal ibadah yang tidak mendasarkan diri pada hukum-hukum Islam baik fiqh maupun Al Qur’an hadits. Jadi perbedaan yang menjadi rahmah bagi umat Islam adalah perbedaan yang memiliki dasar hukum dan umat Islam sendiri juga dituntut untuk menambah ilmu agama sebanyak-banyaknya, sepanjang hayat di kandung badan, supaya tidak kaku dan keras menyikapi berbagai tafsiran dan aneka ibadah umat Islam sendiri.

Seiring dengan itu, maka peningkatan ilmu ushul fiqh sebenarnya wajib bagi seluruh umat Islam, tidak hanya ulama dan kiyainya saja, sehingga ikhtilaf dan benyaknya persoalan dalam cara pandang dan pelaksanaan beragama Islam juga dapat mendamaikan dan menambah persaudaraan sesama umat Islam.