AWAN MIRIP “LILLAH” SAAT MILAD MUHAMMADIYAH KE 101

Gambar dengan latar di langit berupa sebuah grafis menyerupai kalimat “LILLAH” (milik Allah), dijepret oleh seorang peserta Upacara dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-101, Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang, tepat pada tanggl 8 Dzulhijjah 1431 H, bertepatan pada Ahad, 14 November 2010, di Lapangan Gedongsari Tersono Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Perhatikan gambar di bawah ini, imej LILLAH dengan jelas menampakkan diri.

Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101

Muhammadiyah

Image via Wikipedia

Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101

Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang

 

 

Jalan Santai yang sukses, Hujan Tetapi tidak basah

Jalan Santai yang sukses, Hujan Tetapi tidak basah

Dalam memperingati kelahiran organisasi Islam Kemanusiaan tanah air, Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang, mengadakan berbagai kegiatan organisasi dan kemanusiaan. Di antara kegiatan tersebut berupa Kemah Keakraban, Donor Darah, Bazar, Pentas Seni pelajar Muhammadiyah, Sarasehan, dan Jalan Santai.

 

Kemah Keakraban merupakan kemah yang melibatkan siswa semua jajaran perguruan Muhammadiyah dari tingkat SD/MI sampai SMA berhaluan Muhammadiyah di antero Kecamatan Tersono. Dilaksanakan sejak tanggal 13 s.d 14 November 2010, yang dilanjutkan dengan kegiatan Upacara Hari Lahir Muhammadiyah tepat pada Ahad, 8 Dzulhijjah 1431 , bertepatan dengan tanggal 14 November 2010. Pada pagi sampai siangnya, diselenggarakan kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Batang.

 

Sponsor Utama

Sponsor Utama

Sebagai pamungkas peringatan dimeriahkan dengan acara Jalan Santai dan Bazar, pada Ahad tanggal 21 November 2010. Jalan Santai diikuti oleh masyarakat sekitar Kecamatan Tersono, yang berasal dari semua golongan. Jalan Santai disponsor-utamai oleh Telkomsel. Memperebutkan Hadiah Utama berupa satu unit Laptop, serta 2 ekor Kambing, 2 ekor angsa, dan ratusan door prize, hasil donasi dari dermawan lingkungan warga Muhammadiyah dan simpatisan di Tersono, Limpung, Weleri, Bawang, Banyuputih. Acara sukses berjalan dengan Hadiah Utama berhasil direbut adik Septiani, dari Desa Sendang..

 

Satu kejadian yang benar-benar membuat segenap panitia bersyukur kepada Allah secara khusus adalah cuaca di lokasi lapangan Gedongsari Tersono yang cukup sejuk, tidak terlalu panas dan tepat satu menit setelah semua peralatan dikemas, hujan besar turun mengguyur lapangan dan sekitar Tersono, sehingga semua acara dalam peringatan Milad Muhammadiyah ke-101 Muhammadiyah Cabang Tersono Batang ini, berlangsung dengan tanpa halangan apapun, dari awal hingga selesainya. Panggung yang tidak diset dengan pemasangan atap, ternyata tidak membuat panitia dan seluruh peserta Jalan Santai tidak direpotkan oleh air hujan. Ada seorang anggota yang menyebut, kegiatan Jalan Santai ini betul-betul sukses, sebab walaupun hujan, tetapi semua panitia dan peserta tidak basah oleh air hujan, dalam kondisi lapangan tanpa atap apapun.

 

Kalimat mirip lafadz Allah di langit

Pada saat Upacara Peringatan Milad Muhammadiyah ke-101 ini, ada satu kejadian cukup menggemparkan. Dipas-paskan, ternyata ada gambar imej aneh di langit bagian selatan, yaitu munculnya grafis dari awan yang membentuk mirip kalimat Lillah (Milik Allah).

 

Kalimat Lillah (Milik Allah) di langit

 

 

SEGENAP PANITIA MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA PIHAK TELKOMSEL, DAN SEMUA WARGA YANG SUDAH MEMPERCAYAKAN DOORPRIZE UNTUK DISALURKAN KEPADA PESERTA JALAN SANTAI. TIDAK LUPA JUGA, KAMI SAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA PENYUMBANG  DOMPET PEDULI MERAPI. SEMOGA AMAL IBADAH ANDA SEMUA, DITERIMA OLEH ALLAH SWT. JAZAKUMULLAH KHAIRON KATSIRO.

Hari Aksara Internasional Jawa Tengah Ke 45 di Rembang

Penulis dan beberapa wakil dari Disdikpora Kab.Batang dan dari Desa Vokasi

Penulis dan beberapa wakil dari Disdikpora Kab.Batang dan dari Desa Vokasi

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke 45 tahun 2010 Provinsi Jawa Tengah diabadikan dengan penyelenggaraan Pameran Pendidikan Non Formal dan Desa Vokasi yang bertempat di Alun-alun kota Rembang, Kabupaten Rembang, pada tanggal 19 s.d 21 Oktober 2010.

Dihadiri duta Pendidikan Non Formal dari 35 Kabupaten Se-Jawa Tengah, Rembang menjadi ajang promosi berbagai bentuk proses kegiatan dan hasil produksi kegiatan pendidikan non formal, di antaranya sejumlah Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), HIPTI, LMDH, dan unsur mitra lainnya.

Pameran secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian (PLH) Asisten Kesra Sekda Provinsi Jateng Drs M. Jusuf mewakili Gubernur Jawa Tengah. Dalam Sambutan tertulisnya, gubernur menyampaikan agar kegiatan berkaitan dengan upaya pengentasan sebagian dari buta aksara benar-benar diperhatikan karena hal ini terkait dengan upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakat.

Khusus kontingen dari Kabupaten Batang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menampilkan hasil produksi asli masyarakat di Kabupaten Batang, berupa beberapa jenis makanan dan minuman ringan, batik khas Batang, dan beberapa display kegiatan pendidikan non formal. Empat Desa Vokasi dari Kecamatan Tersono, Bawang, Bandar dan Kandeman juga aktif mempromosikan kegiatannya dalam Pameran yang kebetulan tidak ada halangan dan berjalan dengan lancar.

Penulis adalah aktivis PKBM Laily Kecamatan Tersono dan Wakil dari Desa Vokasi Tersono Kecamatan Tersono – Batang.

 

Puting Beliung melanda desa Tersono, Kabupaten Batang

Papan Penunjuk arah yang tumbang

Sungguh mengejutkan warga di desa Tersono, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa tengah. Hujan dan disertai angin puting beliung kecil, melanda desa Tersono dan sekitarnya, pada Rabu tanggal 6 Oktober 2010, jam 14.30 WIB s/d 15.15 WIB. Beberapa pohon tumbang dan patah cabang, sehingga ada rumah sebagian warga yang rusak parah. Beberapa rumah yang bebas dari pohon tumbang, tak lepas juga dari serangan angin puting beliung kecil tersebut.

Beberapa ruas jalan, penuh dengan dedaunan dan ranting-ranting berserakan sepanjang jalan. Menurut warga, saluran listrik yang menuju Desa Kranggan juga terputus.

Peristiwa ini ternyata mengundang beberapa warga untuk keluar rumah,beberapa saat usai “bencana kecil” berlangsung. Warga meluah di jalanan dan sengaja mengambil kesempatan untuk berwisata, menyaksikan sisa-sisa dan bekas jejak perjalanan angin puting beliung.

Atap rumah warga yang ikut terbang

Atap rumah warga yang ikut terbang

Selain itu, sebagian rumah, mengalami keruntuhan kecil dan pergeseran atap rumah yang cukup parah, bahkan ada yang harus direnovasi besok harinya.

Pada saat angin bertiup kencang, tower sebuah perusahaan telekomunikasi terlihat meliuk-liuk, yang mana ini memancing warga sekitarnya untuk berhamburan keluar rumah.

Sebuah palang papan arah juga terkena dampaknya, tumbang tanpa ampun.

 

 

 

 

Salah satu papan nama yang roboh menyembah bumi

Salah satu papan nama yang roboh menyembah bumi

KARNAVAL KEMERDEKAAN RI 65 DAN SONGSONG RAMADHAN 1431 H

Kontingen SMP Muhammadiyah Tersono

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah, mengerahkan semua warga Perguruan Muhammadiyah se-Cabang Tersono, dalam rangka Perayaan Kemerdekaan RI 65 dan menyambut bulan Ramadhan 1431 H.

Seluruh siswa-siswi dari tingkat PAUD sampai SMA, dilibatkan dalam pawai bersama ini. Peserta pawai melata sepanjang kurang lebih 1.5 km sepanjang rute di sekitar kota Tersono. Perjalanan dimulai dari Lapangan Tanjungsari ke arah selatan melewati pusat kecamatan, terus berputar dan kembali ke Lapangan Tanjungsari. Pawai ini cukup membuat membuat kemacetan di jalan raya.

Tujuan diadakannya pawai ini merupakan inisiatif Pimpinn Cabang Muhammadiyah, agar Perguruan Muhammadiyah lebih dikenal oleh masyarakat di sekitar Kecamatan Tersono. Berbagai macam kostum pakaianyang tentunya masih dalam koridor tema Kemerdekaan RI, siswa-siswi begitu antusias dan bersemangat walaupun harus berjalan kaki menempuh perjalanan hampir 4 Km secara berbelok-belok. Sebagian menggunakan kendaraan roda dua dan empat bagi peserta dari PAUD.

Iring-iringan ini memberikan semangat bagi siswa-siswi, sebab baru kali ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah mengadakan secara terpisah dengan penyelenggaraan dari pihak UPTD/ kecamatan sendiri. Hal ini dikaitkan dengan momentum cukup besar yang harus menunggu beberapa puluh tahun lagi untuk mengulangnya, yaitu sejarah masa menjelang kemerdekaan dulu yang bersamaan dengan bulan puasa. Pada zaman proklamasi dulu, kemerdekaan Indonesia ditetapkan pada tanggl 17 Agustus 1945 bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan. Momentum langka inilah yang menginsipirasikan adanya perayaan kali ini, yang tanggal 17 Agustusnya bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Kemungkinan untuk tahun-tahun berikutnya tidak diadakan perayaan seperti ini lagi, sebab harus menunggu beberapa puluh tahun, kemerdekaan yang bersamaan dengan bulan ramadhan.

Jenis kegiatan : Perayaan karnaval Kemerdekaan RI 65 dan menyambut bulan Puasa 1431 H

Hari, Tanggal   : Senin, 9 Agustus 2010

Waktu                 : jam 09.00 s.d 11 WIB

Tempat               : bermula dan finish di Lapangan Tanjungsari Tersono

Penyelenggara : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono – Kabupaten Batang Jawa Tengah

Foto dokumentasi :

Klik Gambar di atas untuk gambar semuanya


http://www.facebook.com/album.php?aid=18763&id=100000395161588&l=50c2351c83




PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK GENERASI MUSLIM

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK GENERASI MUSLIM

Oleh : Ibu Dra.Dewi Purnamawati (dari Solo)

Ibu Dra.Dewi Purnamawati

Dalam surat At Tahrim ayat 6 disebutkan, bahwa orang tua khususnya seorang suami, memiliki kewajiban untuk memberi bimbingan, tuntunan dan pedoman serta pijakan khusus dalam kegiatan agama dalam keluarganya. Seorang istri juga memiliki kewajiban yang urgen juga pendamping suami nya, dalam membentuk akhlak mulia dan melahirkan generasi sholeh dan sholehah. Seorang anak tidak boleh dilimpahkan sepenuhnya di sekolah, apalagi kalau sudah berurusan dengan perilaku dan akhlaknya. Orang tua yang sudah mengawali adanya anak dalam keluarga berkewajiban untuk membentuk pribadi anak. Sehingga oleh karena tujuan dan hasil yang ingin dicapai adalah anak yang shooleh, maka dalam hal ini orang tua harus sudah memiliki perilaku dan akhlak yang sholeh terlebih dahulu. Sangat sulit bagi orang tua yang tidak memegang teguh agamanya, berkeinginan apalagi sangat berharap agar anaknya memegang teguh agamanya. Perlu diketahui bahwa madrasah atau tempat sekolah pertama seorang anak ua, adalah orangtua/ibunya sendiri, baru kemudian suami dan lantaa orang lain/guru.

Sepintas memang orangtua terhadap anak, bisa untuk “membohongi” bagaimana perilaku sebenarnya orang tua tersebut. Akan tetapi, semua itu tidak akan berlaku terus menerus, dan pada akhirnya orang tua demikian akan terkena batunya juga, sehingga anak-anakpun sudah kehilangan kepercayaan terhadap orangtuanya. Jika ini sudah terjadi, maka lebih sulit orangtua mengarahkan, apalagi mengajak kepada hal yang ma’ruf.

Ini sebuah contoh nyata, bahwa pendidikan memang mudah untuk mengajarkan matematika, IPS, Sosiologi, Fisika kepada anak, tetapi sangat berat dan penuh rintangan apabila materi yang akan ditransfer adalah berupa akhlak. Yang sudah memenuhi semua unsur pendidikan saja, seperti suri tauladan, kadangkala tidak bisa untuk mendidik anak menjadi sesuai yang diharapkan orangtua, apalagi hanya sekedar tekstual dan oral, akan lebih sulit tentunya.

Karena itu, fondasi utama dalam membentuk akhlak yang mulia pada anak adalah bahwa akhlak orangtuanya lebih dahulu yang harus ditata.

Sebagai gambaran tentang betapa berat untuk membentuk akhlak anak, remaja dan pemuda masa kini adalah bahwa berdasarkan survey di Solo Raya ditemukan bukti, 80% remaja dan anak muda Islam adalah buta Al Qur’an. Alangkah ironisnya, di Indonesia yang mayoritas muslim. Sehingga banyak pemuda pemudi islam yang kurang memahami Al Qur’an, sehingga Al Qur’an tidak dibuka, malahan lebih sibuk membuka primbon dan ramalan. Banyak yang mengaku muslim, tetapi masih menjalankan tradisi warisan leluhur yang menyimpan dari ajaran murni Islam.

Tetapi ini bukan semata-mata kekeliruan pemud pemudi itu sendiri. Orangtualah yang sudah membiasakan untuk “melalaikan” Al Qur’an ini. Sebagai contoh, masih banyak di masyarakat kita terjadi, sebelum matinya, orang tua muslim memberikan pesan kepada anak-anaknya agar jangan lupa mengadakan selamatan dan peringatan kematiannya, bukan berpesan untuk patuh dan taat serta mendalami pengajian sehingga mampu mendo’akan orang tua.

Contoh lain tentang bagaimana kondisi memprihatinkan generasi muda Islam adalah, pada saat mengisi pengajian di sebuah sekolah Islam swasta di Kendal, pelajar yang sudah melaksanakan sholat lima waktu itu tidak ada setengah dari total siswanya. Ini benar-benar sangat membahayakan bagi kelangsungan generasi Muslim di Indonesia.

Pendidikan dan pembentukan akhlak pemuda pemudi ini sangat mendesak untuk dilaksanakan, lebih-lebih sekarang ini banyak tantangan dan halangan serta godaan sangat besar bagi pemuda pemudianya. Untuk penegasan sekali lagi, bahwa akhlak pemuda pemudi ini sesungguhnya tugas orang tua, bukan guru, sebab waktu yang lebih banyak di rumah. Jika anak-anak kita tidak punya filter, maka akan mudah tergelincir ke dalam pergaulan yang liar, sehingga akan mencelakakan pemuda/pemudi Islam itu sendiri. Penataran agama dimulai dari rumah, maka keluarga perlu menjadi keluarga yang punya ketahahan iman, tidak hanya ketahanan pangan

Persatuan Umat Islam

Menyinggung sedikit mengenai persatuan umat Islam, Ibu Dewi memperbandingkan, sebagai contoh walaupun umat Kristen memiliki sekitar 3000 aliran yang berbeda-beda , di mana masing-masing sekte atau aliran tidak saling menyatu, tetapi mereka bersatu padu pada saat memusuhi umat agama lain yang berbeda. Ketika menghadapi Islam, mereka bersatu dan saling bahu-membahu untuk menghancurkan umat Islam.

Sebagai tambahan anak muda kristen bisa bergaul dan bergabung dengan siapapun, dengan dada mereka memiliki agenda kristenisasi.

Sebagai contoh dalam da’wah mereka, dibuatlah sebuah opini umum , bahwa lelaki kristen itu setia, tidak boleh cerai, tidak mau memadu. Pada akhirnya banyak wanita muslimah menganggap bahwa lelaki muslim tidak baik untuk dinikahi.

Hari tanggal : Ahad, 8 Agustus 2010

Waktu : jam 05.45 s.d 07.30 WIB

Tempat : Masjid Al Ikhsan, Tanjungsari, Kecamatan Tersono Kab. Batang, Jawa Tengah

Penyelenggara : Muhammadiyah Cabang Tersono Kabupaten Batang