Tulisan ini dipersembahkan untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI 65.

Mari Menggunakan OpenOffice
Sebelum kita membahas tentang OpenOffice, lebih dahulu mengurai mengapa kita perlu, dan bahkan “wajib” menggunakan program-program Freeware.
Perlu kita ketahui bahwa menggunakan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, tidaklah sama dan semudah kita menggunakan peralatan lainnya, seperti televisi atau radio. Kesulitan bukanlah pada cara menggunakan atau mengoperasikannya, tetapi pada legalitas dan kepemilikan ilmu serta tata struktur pengetahuan penggunaan peralatan tersebut. Ketika kita sudah terbiasa atau familiar menggunakan sebuah perangkat lunak, maka untuk seterusnya kita akan seperti terkena candu, atau ketagihan yang dalam jangka panjang akan menjadi semacam penyakit ketergantungan yang akut. Tata penggunaan atau struktur pengetahuan kita tentang sebuah perangkat lunak tersebut bersemayam dan melekat dalam diri kita menjadi sebuah konsep yang berada di dalam ruang alam bawah sadar, sehingga ketika kita hendak merubah atau menggantikannya dengan sebuah perangkat lainnya, harus me-reformat ulang, me-reset pikiran dan konsep-konsep dalam otak kita, agar mudah dan selaras untuk diaplikasikan dalam keseharian kita.

OpenOffice yang Hebat!
Sedemikian serius dan parahnya kita jika ternyata lisensi yang kita beli sebenarnya hanya untuk membeli secara sah bagi penggunaan, tidak untuk menyimpan dan menjadikannya sebagai konsep tetap dalam pikiran kita. Pihak pemilik sah atau pemberi lisensi, tidak merelakan dan tidak mengijinkan program atau aplikasi ciptaannya dibuka oleh siapapun, apalagi jika ada yang berminat untuk mengembangkan dan mengutak-atiknya.
Seorang user atau pengguna sebenarnya bukan hanya sebagai pengguna murni, tetapi diajak oleh pencipta program tersebut untuk terbang dan flying (ekstasi) ke dalam aplikasi atau bayangan kenikmatan menggunakan perangkat lunak ciptaannya. Pengguna yang sekedar menggunakan justru akan terjebak dalam perangkap yang dimainkan atau digerakkan oleh programmer. User diwajibkan untuk tunduk dan patuh kepada arahan dan perintah-perintah programmer yang sedemikian rumit dan detail, sehingga ketika user menjadi terbiasa oleh program tersebut dan merasakan kesenangan serta kemudahan, dari sisi hukum pada akhirnya programmer tersebut akan menagih hak miliknya melalui pemberlakuan Hak cipta. Alangkah malangnya kita, pada saat tagihan itu datang, semua tata pengetahuan yang kita miliki ternyata dinyatakan tidak sah, sehingga pada tingkat selanjutnya kita harus belajar ulang untuk menggunakan program yang lebih mutakhir.

Kelengkapan OpenOffice
Untuk tingkat pengguna, sebenarnya yang diperlukan bukan sebuah legalitas atau kebenaran sah atau tidaknya yang dipergunakan. Pengguna hanya mengetahui bagaimana cara agar suatu pekerjaan bisa selesai secara lebih mudah dan cepat menggunakan komputer. Tetapi kadang pihak pencipta atau programmer program tersebut tidak mengijinkan walau pengguna itu hanya untuk menggunakan. Sesuai lisensinya, programmer menuntut pengguna harus mengikuti semua ketentuan dan tata cara untuk sampai memiliki hak, meskipun hanya menggunakan program produknya. Pengguna tidak boleh menawar apapun tentang hak cipta ini, sebab program tersebut juga dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
FOSS = Perangkat Lunak Merdeka

Batang Goes Open Source
Merujuk pada SK Bupati Batang No. 555.6 / 191 / 2010 Tentang Kewajiban Pemakaian dan Pemanfaatan FOSS (Free Open Source Software) dan beberapa pasal di dalamnya, tekanan Surat Keputusan tersebut menuju kepada kewajiban menggunakan program berbasis OpenSource, bukan menekankan kepada penggunaan program berbasis Closed Source walaupun legal, yaitu item nomor 6 yang berbunyi
“Pemakaian dan pemanfaatan perangkat lunak yang bersifat proprietary software, hanya diperbolehkan untuk perangkat lunak legal yang bersifat proprietary software yang belum dapat digantikan oleh perangkat lunak berbasis open source software (FOSS)”.
Alangkah tegasnya bahwa dalam Surat Keputusan tersebut mengandung peneguhan akan tingginya nilai kemerdekaan menggunakan perangkat lunak yang dalam bahasa komputernya bisa diistilahkan Freedom Software, Perangkat Lunak Kemerdekaan. Dalam FOSS tertanam kemerdekaan dan kemandirian membangun bangsa.
Mana yang lebih baik, Open Source atau Closed Source?
Membahas tentang pilihan manakah yang lebih baik antara program legal berbasis Closed Source seperti Ms.Windows dan Ms.Office dengan program legal Open Source kita perlu memperhatikan kerelasinya dengan kebutuhan kita. Jika kita seorang penjual handphone, maka menggunakan Open Source baginya agak menambah beban sebab kurang familiarnya program berbasis Open Source dengan perangkat-perangkat pendukung kinerja dunia handphone. Kurang kompatibilitas FOSS dengan perangkat handphone, karena memang cenderung sarat kepentingan komersil, sehingga Ms.Windows lebih memenuhi kebutuhannya. Tetapi, jika kita seorang yang bekerja di perkantoran baik pemerinth maupun swasta, terutama dunia pendidikan, aplikasi Open Source sangat cocok dan tingkat kompatibilitasnya dapat diandalkan. Artinya seorang pejabat pemerintah atau guru tidak terganggu atau terpengaruh sedikitpun, bahkan ada beberapa fungsi yang lebih dalam Linux dan OpenOffice. Lebih jauh perlu difahami, bagi seorang guru atau pejabat pemerintah, sebenarnya fungsi Ms.Office itu hampir monoton dari versi ke versi berikutnya, cuma berbeda tampilan dan performance-nya saja. Bahkan ada kecenderungan, ketika muncul versi berikutnya, maka pengguna diharuskan belajar ulang, dengan waktu yang tidak sebentar.
Selain hal di atas, memperhatikan tentang eksistensi kita sebagai sebuah bangsa yang bergerak dan berhak untuk maju juga, maka walaupun program tersebut gratis dengan lisensi bebas juga, tetapi kalau tetap Closed Source, tetaplah bukan pilihan tepat. Ada kalanya pihak Microsoft memberikan beberapa keringanan harga sebuah produknya khusus bagi penggunaan dalam dunia pendidikan. Inipun juga sebuah “perangkap” dari Microsoft, sebab apabila seorang pelajar sudah lepas dari pendidikan, maka semua konsep yang melekat dalam pikirannya adalah konsep Microsoft, sehingga sampai kapanpun akan tetap bergantung kepada Microsoft. Ketergantngan inilah yang perlu kita hindari dan harus dicegah, dengan cara tetap memilih program Open Source, walaupun mungkin ada program Closed Source yang berbiaya ringan atau gratis sekalipun.
Jadi langkah yang tepat dan jelas yang perlu kita lakukan adalah menggunakan program-program yang lisensinya bebas atau bersifat Open Source. Program Open Source untuk perkantoran cukup banyak, tetapi yang popular adalah OpenOffice yang ditelurkan oleh OpenOffice.org. Openoffice ini sangat lengkap fiturnya, dengan kemampuan sehebat Microsoft Office, bahkan dalam beberapa hal lebih nyaman, lebih mudah, dan bisa integrated dengan Microsoft Office, serta integrated dengan fungsi membuat file pdf. Untuk versi yang sekarang ini ada, OpenOffice sudah begitu maju, disesuaikan dan sudah diubahsuai menurut usulan dan apresiasi dari pengguna dan pelanggannya. Untuk data-data yang sudah dibuat menggunakan Ms.Office bisa dibuka di Openoffice ini dengan mudah, untuk kemudian akan bisa disimpan dengan OpenOffice (*.sxw) atau Ms.Office (*.doc/docx).
Berikut ini beberapa rincian program Openoffice disandingkan dengan MS.Office :
- Ms.Word, padanannya OpenOffice Writer
- Ms.Excel, padanannya OpenOffice Calc
- Ms.Powerpoint, padanannya OpenOffice Impress
- Ms.Access, padanannya OpenOffice Base
Sebagai tambahan saja Corel Draw padanannya Inkscape, Adobe Photoshop padanannya GIMP, dan lain-lain. Untuk teman-teman, silakan bisa membuka informasi lebih jauh di internet. Sesuai SK Bupati tersebut, setidaknya pada tanggal 31 Desember 2011, dan diharapkan awal tahun 2012, masyarakat di Kabupaten Batang sudah mayoritas pejabat dan guru menggunakan Linux atau OpenOffice, sehingga kegiatan usaha lainnya yang mendukung seperti rental dan usaha pengetikan juga sudah menggunakan FOSS.
Dalam rangka mendukung SK Bupati Batang tersebut, Penulis secara sukarela sudah menyediakan beberapa modul OpenOffice, dan pembaca diperbolehkan download secara gratis, dapat dikembangkan sendiri, difotocopy atau disebarkan tanpa ada ijin dari penulis dan penerbit manapun.
Silakan klik link di bawah ini
MODUL OPENOFFICE WRITER
MODUL OPENOFFICE CALC
MODUL OPENOFFICE IMPRESS
MODUL OPENOFFICE DRAW
MODUL G I M P
Berikut ini untuk download Program OpenOffice terbaru.
http://download.openoffice.org/