Sensasi Mandi Air Hangat di Pesanggrahan, Bawang, Batang Jawa Tengah

Membutuhkan sentuhan investor atau Dinas Pariwisata

Sumber air panas alam ini membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Batang, lewat Dinas Priwisata-nya. Potensi ini seyogyanya tidak disia-siakan, terbiar tanpa memberikan sumbangan PAD. Penduduk desa Sangubanyu berharap akan ada pihak yang terjun langsung membangun lokasi air panas ini menjadi obyek wisata yang maju di masa depan, mengingat bahwa sumber air panas bukanlah jenis wisata buatan yang semua orang dan daerah bisa membangun dan menciptakannya. Ini berkah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk Kabupaten Batang, sehingga pengelolaannya secara formal akan menjadi ciri khusus wisata yang tidak semua daerah lain memilikinya.

Sekilas kita masuk ke kawasan kecamatan Bawang Kabupaten Batang Jawa Tengah, tidak ada yang istimewa. Jalan beraspal hotmix yang menjulur tidak memberikan gambaran sebuah perbedaan mencolok dengan lokasi lainnya di Kabupaten Batang. Apa yang terlihat hanya hijau pepohonan dan taman persawahan menghampar dan menggantung di perbukitan. Tidak menduga bahwa disebalik itu, Dusun Pesanggrahan Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang ini menyimpan hawa hangat yang sudah puluhan tahun menjadi tujuan wisata kecil. Lokasinya tersembunyi, bahkan tertutup oleh perbukitan dan liukan jalan raya. Ke-eksotisannya sudah dikenal di Kabupaten Batang, Banyu Anget. Lokasi wisata ini cukup sederhana, dan tidak berkumandang secara megah dan menyebar se-antero Jawa Tengah atau nasional.

Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Nasruddin, M.Si, sedang meneliti Suhu dan PH Air Hangat
Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Magelang, Nasruddin, M.Si, sedang meneliti Suhu dan PH Air Hangat

Walau demikian, ternyata pengunjungnya sudah melimpah dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Menurut pengelola Wisata Banyu Anget ini, pengunjung sudah datang dari Semarang, Cirebon, dan Jakarta. Mereka datang bukan sekedar untuk mengunjunginya semata-mata, tetapi membawa agenda khusus dan tawaran menarik bagi pengelola Wisata Banyu Anget (baca warga Desa Sangubanyu).  Tawaran itu berupa pengangkatan wisata ini menjadi wisata bertaraf. Bahkan sudah ada kesepakatan tak tertulis dengan pengelola setempat. Hanya saja, ada sesuatu kendala, sehingga rencana tersebut tidak terealisasi. Para investor sudah berupaya keras, tetapi sehingga kini, entah disebabkan apa, realisasi mengangkat Wisata Banyu Anget menjadi ikon wisata Kabupaten Batang ini seakan tertelan bumi begitu saja.

Lanjut membaca

Es Klamud Warung X-Mlangi, Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah

X-Mlangi, di potongan bekas jalan raya Tersono - Limpung

Siang yang cukup panas, apalagi kalau baru bekerja, keringat belum lagi terusap dan menunggu badan menjadi segar kembali, warung kecil ujung barat, namanya “X-Mlangi” menjadi langgenan beberapa penikmat Es Klamud. Es Klamud adalah nama lain dari Es Kelapa muda, Es Degan. Mungkin kita sudah biasa merasakan meminum kesegaran Es Degan. Tetapi tentunya berbeda tempat, berbeda pula rasanya, sebab tempat dan lokasi makan dan minum berpengaruh besar terhadap rasa dan kesedapan makanan dan minuman tersebut.

Lanjut membaca

Melirik Keindahan Pantai Celong, Banyuputih, Kabupaten Batang

Perlu Penataan dan Renovasi

Di Kabupaten Batang terdapat sedikitnya tiga lokasi wisata pantai; Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, dan Pantai Celong. Semilir angin laut pantai utara, meraba pori-pori dan melumat kelelahan yang mengganjal. Jalan-jalan yang tidak terlalu halus, melintasi hutan karet dan mata hinggap di dedaunan, cukup untuk melepaskan rasa penat.

Pantai Celong, pantai yang sudah berpuluh tahun menjadi ikon pariwisata tradisional; wisata anak-anak desa di pegunungan yang sudah bosan hanya melihat-lihat daun padi dan hamparan sawah, sekali-kali menikmati liukan gelombang air laut, sekedar memandang ombak saling berlomba menebas pantai melambai. Menikmati suasana sunset yang ranum  ciptakan kedamaian senja. Beberapa pengunjung menjadikan lokasi ini sebagai tempat hiburan memancing, dengan menyewa kapal boat kecil ke sedikit tengah laut.

Dibandingkan dengan banyak pariwisata di Kabupaten Batang, Pantai Celong yang berada di Desa Mangunsari, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Batang Jawa Tengah memanglah kurang begitu favorit dikenal, bahkan mungkin oleh sebagian warga di Kabupaten Batang terutama yang tinggal di bagian barat.

Pantai ini memang tidak terlalu menarik untuk dikunjungi, terutama oleh tourist luar kota yang berselera tinggi. Di samping kondisi pantai yang kurang terurus, pengunjung yang mau mengakses ke pantai ini juga harus melewati jalanan yang tidak terlalu representatif sebagai sebuah lokasi wisata. Kanan kiri jalan ke lokasi memang sangat indah dengan hijauan pepohonan karet dan randu, dilatari-belakangi oleh area perbukitan indah.  Tetapi kondisi badan jalan akses, bisa membuat pengunjung yang sedianya bermaksud mau menghibur diri, justru menjadi penat dan capek melintasi jalanan berliku dan sedikit terjal-terjal. Apalagi dengan kendaraan roda dua. Belum lagi, mendekati tiba di lokasi wisata ini, sedikit kotoran yang dibiarkan begitu saja melimpah di tepian pantai, sampah di sekitar bibir daratan, ditambah spot-spot peristirahatan juga tidak terawat. Selain itu, kondisi airnya juga kurang jernih, mungkin disebabkan oleh banyaknya sampah-sampah yang “terbuang” di sepanjang garis pantai.

Masa depan pantai ini sebenarnya bisa menjadi lebih menarik dengan penataan dan pembangunan kembali spot-spot sekitar yang ideal untuk dikunjungi, memiliki potensi menjadi ikon wisata favorit di Kabupaten Batang. Tentunya, Pemerintah harus lebih memberi perhatian secara serius dan melibatkan pengembang lokal, serta keharusan melibatkan penduduk setempat untuk pemeliharaannya.

Kereta menimbulkan suara gemuruh

Akan tetapi harus diakui, kendala yang memang kurang menyenangkan adalah adanya rel kereta api yang membelah lokasi pantai Celong. Beberapa saat berlalu, rel ini bisa mengurangi suasana istirahat para pengunjung. Suara kereta api lewat membuat suasana menjadi “heboh dan gemuruh”. Sehingga rehabilitasi pantai Celong, juga harus diiringi dengan rehabilitasi “stasiun” kereta apinya juga. Jika tidak, akan menyampaikan “pesan kekacauan” di tengah keindahan pemandangan Laut Jawa.

Untuk keluasan jalan akses ke pantai serta lokasi pantai sendiri juga perlu diperhatikan, mengingat keadaan sekarang ini begitu “sempit” dan kurang terjangkau bus-bus wisata. Bus-bus wisata yang mampu menjangkau Pantai Celong ini, hanya bus-bus angkutan antar kota. Tantangan yang tidak kalah “hebat”, adanya rumah-rumah warga yang merata di “seantero” pantai. Lokasi pantai berdesakan dengan hunian warga, sehingga Pantai Celong seolah bukan pantai wisata, tetapi sebuah desa dengan corak rumah berjajar di pantai. Berbagai kendala di atas, sangat berat untuk dirubah. Tanpa merubah “pesona” perumahan pantai ini, luas pantai sebagai lokasi wisata kurang cukup, dimana membutuhkan spot-spot yang representatif sebagai lokasi wisata unggulan. Ataupun, menjadikan perumahan itu sendiri sebagai bagian dari lokasi wisata.

Di beberapa lokasi di pantai ini, terutama di sebelah barat yang berumput, sering dipergunakan oleh siswa-siswi sekolah sebagai spot perkemahan kecil. Siswa-siswa sekolah pada musim tertentu, menjadikan Pantai Celong ini sebagai lokasi “mistis” untuk perenungan malam dan pencarian hakikat jati diri. Perenungan jati diri dengan iringan hembusan angin malam pantai yang sejuk, di atas rumput hijau dan bebatuan pantai.

Kita berharap bahwa Pemerintah Kabupaten Batang, segera tanggap terhadap aspirasi masyarakat ini, agar wisata “seadanya” ini melonjak dan mendatangkan berkah bagi warganya dan tentunya menaikkan pendapatan daerah Kabupaten Batang.

Terlepas dari semua itu, seburuk apapun sebuah lokasi, maka pengaruh Sumber Daya Manusia untuk merenovasi dan membangun perlu ditumbuhkan lebih dahulu. Tanpa SDM yang bermutu dan apresiatif, Pantai Celong akan tetap tertutup oleh dedaunan karet dan randu yang mulai layu, yang hanya dikunjungi anak-anak desa yang datang untuk sekedar menikmati hiburan seadanya, dengan biaya yang tentunya..murah meriah.

=================

Lokasi wisata :. Desa Mangunsari, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Batang Jawa Tengah

Jarak dari jalan Pantura Banyuputih: ± 7 km.

Biaya tiket masuk : -

Makanan favorit : menu ikan bakar

Pariwisata Batang (Promo Jawa Tengah)

________________________________________________________________________________________________

Desa Wisata Sodong, Silurah

Kamis, 08 Okt 2009

Desa Wisata Sodong dan Silurah secara geografis memiliki luas wilayah 749,43 hektare atau bersebelahan dengan wilayah perbatasan Kabupaten Pekalongan. Jarak tempuh Desa Sodong dan Silurah, Kecamatan Wonotunggal sekitar 23 kilometer dari Pusat Kota Batang dengan bisa menggunakan kendaraan roda dua dan mobil. Desa Sodong yang memiliki jumlah penduduk 1.603 orang ini memiliki budaya dan adat istiadat di dua desa tersebut masih tampak kental. Mata pencaharian warga Desa Sodong dan Silurah selain bertani tanaman salak, kapulogo, cengkih, dan panili juga bekerja sebagai pengrajin anyaman bambu, seperti besek, tampah, dan ceting (Tempat nasi). Sementara, budaya dan istiadat yang masih dipercaya oleh warga setempat, yaitu melakukan upacara penyembelihan kambing ‘Kendit’ yang dilakukan pada Rabu Wage, bulan Jumadil Awal sebagai upaya ‘tolak balak’ agar desanya tidak terkena musibah. Selain itu, warga Desa Sodong juga melakukan tradisi upacara panen padi dengan menyajikan makanan ‘jadah pasar’.
Desa Wisata Sodong dan Silurah juga memiliki cagar alam patung Ganesha, wisata Curug Niagara, dan makam syeh Kajoran. Fasilitas yang dimiliki Desa Wisata Sodong ini, yaitu ‘home stay’ dengan harga sewa yang relatif murah. Di Desa Sodong dan Silurah ini, juga terdapat peninggalan masjid tertua di Dukuh Gringgingsari yang diyakini warga
sebagai masjid peninggalan Sunan Bonang.


Pantai Ujungnegoro

Kamis, 08 Okt 2009

Pantai Ujungnegoro merupakan pantai yang memiliki daya tarik tersendiri, karena disamping memiliki panorama yang indah juga memiliki kekuatan majis. Disana ada sumur yang airnya tawar walau hanya beberapa meter dari bibir pantai dan goa Aswotomo.Objek Wisata (OW) terletak Ds. Ujung Negoro Kec. Tulis Batang. Pantai ini bisa ditempuh dengan menggunakan Kec. Tulis mobil pribadi/roda dua, dan Angkudes warna Biru Jurusan Ujung Negoro-Kota Batang dan Telp. ( 0285 ) 391141 ; Fax ( 0285 ) 391051
Sementara jarak tempuh menuju lokasi ada sekitar sembilan kilometer dari Kota Batang atau lima lima kilometer dari jalur Pantura Jakarta-Semarang. Selain untuk tempat memancing dan
berkemah, Karasteritik keindahan OW ini hampir sama dengan OW Sigandu.

Tiket Masuk
Hari Biasa Dewasa Rp. 1.500,00 Anak Rp. 1000,00
Hari Libur Dewasa Rp. 2.000,00 Anak Rp. 1.500,00


Pantai Sigandu

Kamis, 08 Okt 2009

Obyek wisata ini semakin memiliki daya tarik tersendiri setelah Pemkab Batang membangun jalan tembus Sigandu-Ujungnegoro sepanjang sekitar enam kilometer.
Selain itu, dengan dibangunnya arena atraksi lumba-lumba dan dua kapal wisata, wisata bahari di Batang ini semakin diminati pengunjung.
Obyek wisata Sigandu terletak di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan mobil dengan menyusuri pertigaan jalur pantura Batang atau sekitar 2,5 kilometer dari pertigaan Samsat Batang.


Curug Genting

Kamis, 08 Okt 2009

Obyek wisata Curug Genting yang memiliki panorama alam yang indah dan suasana sejuk ini terletak di Desa Bawang, Kecamatan Blado atau sekitar 37 kilometer sebelah timur Kota Batang ini dapat ditempuh dengan menggunakan roda dua dan mobil.
Namun, bagi wisatawan yang akan menuju ke obyek itu tidak dapat meneruskan ke lokasi dengan menggunakan mobil dan harus dititipkan hingga di Kecamatan Blado saja atau pemukiman penduduk setempat.
Untuk menuju ke lokasi obyek yang dipenuhi dengan pepohonan pinus ini, para wisatawan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau roda dua dengan jarak sekitar satu kilometer..


Curug Gombong

Kamis, 08 Okt 2009

Obyek wisata Curug Gombong yang memiliki ketinggian sekitar 25 meter ini terletak di Desa Gombong, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah atau sekitar 35 kilometer dari arah timur Kota Batang.
Daya tarik Curug Gombong ini, adalah memiliki keindahan alam yang masih alami dengan diiringi gemercik air pegunungan dan kicau burung karena lokasinya masih berada di kawasan hutan jati dan pinus.
Untuk menuju ke obyek wisata Curug Gembong dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer dari jalur pantura Subah ke Desa Gombong.


THR Kramat

Senin, 02 Jun 2008

Objek wisata ini terletak di Kelurahan Proyonanggan Selatan Batang dan Telp. ( 0285 ) 391141, Fax ( 0285 ) 391051
THR Kramat mempunyai tradisi Jumat Kliwon berada di sekitar sungai Kramat dan ada kepercayaan bagi yang mandi akan mendapat berkah serta terdapat panggung terbuka dan tempat bermain anak-anak.
Objek wisata ini mempunyai fasilitas :
Pemandangan alam, arena bermain anak-anak, camping ground, panggung hiburan.

Tiket Masuk
Hari Biasa Dewasa Rp. 1.500,00 Anak Rp. 1.000,00
Hari Libur Dewasa Rp. 2.000,00 Anak Rp. 1.500,00


Kolam Renang Bandar

Rabu, 18 Jun 2008

Objek wisata ini terletak di Desa Wonokerto Kecamatan Bandar Batang .Kolam renang dengan menggunakan air alami yang mata airnya terdapat di sebelah kolam dan terjaga kebersihannya. Terdapat pula arena bermain anak-anak di kawasan kolam.
Route kurang lebih 20 Km sebelah selatan kab. Batang, bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Batang dengan kondisi jalan mulus dan lalu lintas yang tidak terlalu ramai serta di sepanjang perjalanan bisa menikmati pemandangan alam dan persawahan dengan udara yang sejuk.

Objek wisata ini mempunyai fasilitas antara lain :
Kolam Renang, Taman Rekreasi, Camping Ground, Pemandangan
Alam, Arena bermain anak-anak dan pada musim liburan sering
digelar acara hiburan.

Tiket Masuk
Hari Biasa Dewasa Rp. 1.500,00 Anak Rp. 1.000,00
Hari Libur Dewasa Rp. 2.000,00 Anak Rp. 1.500,00

Kolam Renang Dewasa Rp. 2.000,00 Anak Rp. 1.000,00


Dengklung

Jumat, 30 Mei 2008

Dengklung lahir, tumbuh dan berkembang di wilayah Kecamatan Blado. Kemudian berkembang kewilayah Kecamatan Bandar. Kesenia yang dikelompokkan kedalam ” Musik Rakyat ” yang bernafaskan Islam, dimainkan oleh wanita. Saat ini syair dan lagunya diadakan pembaharuan sesuai dengan gerak pembangunan bangsa.


Malam Jum’at Kliwon

Jumat, 30 Mei 2008

Dilaksanakan setiap malam Jum ‘at Kliwon tepatnya di alun-alun Batang. Selain sebagai arena keramaian berupa pasar malam dimana banyak penjual / pedagang kaki lima menjajakan dagangannya, juga dapat membeli makanan khas Batang dan menyaksikan pagelaran seni tradisional antara lain : Dengklung, Kuntulan dan sebagainya. Ada kepercayaan bagi yang berjualan akan mendapat berkah…


Kuntulan

Jumat, 30 Mei 2008

Kesenian Kuntulan adalah seni tradisional yang berkembang seiring dengan perkembangan Agama Islam. Kesenian ini selain mengandung unsur seni juga merupakan gerak dasar pencak silat. Pemain kuntulan umumnya pria, sedangkan lagu-lagu yang dibawakan dasarnya berbahasa Arab yaitu merupakan Salawatan.


________________________________________________________________________________________________

Lengger Pagilaran

Jumat, 30 Mei 2008

Merupakan kesenian rakyat yang bersal dari kecamatan Blado. Kesenian ini berupa Sendratari yang menggambarkan suatu cerita antara lain Sinto Ilang, Taman Soko dan sebagainya.


Lomban

Jumat, 30 Mei 2008

Kegiatan yang berupa Lomba Perahu, dilaksanakan pada tanggal
1 Syawal setiap tahunnya. Tepatnya di sungai Klidang Lor Kecamatan Batang. Kegiatan ini memepunyai maksud kemenangan masyarakat nelayan setelah melaksanakan Ibadah Puasa dan mengenang pendahulu Batang saat berjuang melawan Raja Siluman Alas Roban.


Kirab Pusaka

Jumat, 30 Mei 2008

Kegiatan ini bukti bahwa Kabupaten Batang ada sejak lama yaitu zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusumo di Mataram. Namun karena situasi kondisi ( Malaise ) pada zaman kolonial Belanda maka pada tahun 1936 dihapus. Kembali berdiri pada tahun 1966 atas perjuangan para perintis kembalinya Kabupaten Batang dan dukungan secara luas oleh masyarakat serta pemerintah saat itu. Pusaka yang dikirab 8 pusaka, berupa tombak, salah satunya Tombak Abirawa, yaitu peninggalan Bupati Batang I, Pangeran Kyai Adipati Mandurorejo Trah Sunan Giri.


REST AREA JATISARI

Kamis, 14 Des 2006

Ds.Subah Tempat ini berlokasi di jalur Pantura Jatisari, Subah. Lokasi ini sangat strategis sebagai tempat beristirahat pengguna jalan yang sedang menempuh perjalanan …


Agrowisata Salak Sodong

Minggu, 22 Jun 2008

Desa Sodong memiliki potensi yang dalam dalam pembangunan yaitu Curug dan Agrowisata Salak Sodong, selain itu juga dikenal sebagai penghasilKapulogo, panili, dan Cengkeh , Salak sodong pada tahun 1999 pernah menjadi juara lonba buahTingkat Jawa Tengah. Ds.Sodong Kec.Sodong Agrowisata Sodong ini berada atau 17 Km dari Kota Batang. OW ini ada pada ketinggian 600-800 meter dari permukaan laut (MPL). Wisatawan dapat disuguhi dengan panorama curug serta perkebunan salak.


Agrowisata Pagilaran

Selasa, 03 Jun 2008

Agrowosata Pagilaran di Desa Keteleng Kecamatan Blado Batang yang terletak 41 Km dari Kota Batang ke arah selatan. Kawasan ini berupa perkebunan teh yang cukup luas yang menghampar bagaikan karpet hijau yang menutupi lereng pegunungan serta terdapat peninggalan perusahaan Inggris dan Belanda berupa kereta gantung Kopel. Wisatawan dapat berjalan-jalan di perkebunan teh sambil melihat prosesi pembuatan teh. Bagi wisatawan yang kemalamam bisa menginap di penginapan Agrowisata PT Pagilaran.

Objek wisata ini mempunyai fasilitas :
Home Stay, Tersedia juga tempat untuk penyelenggaraan rapat, Tempat olahraga, Kolam renang mini, Kesenian tradisional berupa lengger, Kuda lumping dan hiburan lain.

Tiket Masuk
Hari Biasa Dewasa Rp. 1.500,00 Anak Rp. 1.000,00
Hari Libur Dewasa Rp. 2000,00 Anak Rp. 1.500,00


KRAMAT BATANG

Kamis, 14 Des 2006

Objek wisata (OW) ini berada di tepi sungai Kramat, Batang dan merupakan tempat sarana berbagai pertunjukan kesenian dan kebudayaan serta memiliki fasilitas arena bermain anak-anak.


KOLOM RENANG BANDAR

Kamis, 14 Des 2006

Objek wisata ( OW)ini berada di daerah pegunungan Desa Bandar,
Kec. Bandar berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Batang.

OW bisa ditempuh dengan menggunakan mobil pribadi/roda dua dan angkutan umum baik dari jurusan Batang-Bandar atau
Pekalongan-Bandar.

O.W ini mempunyai keistimewaan sumber kolam renang tidak pernah kering ketika musim kemarau dan selalu mengeluarkan air alami yang jernih dan segar. Ada taman yang indah dan dilengkapi sarana bermain anak. Kolam renang peninggalan penjajahan Belanda ini mempunyai hawa sejuk dan diyakini bisa membuang kesialan bagi siapa saja yang datang ke lokasi OW tersebut.


PANTAI UJUNG NEGORO

Senin, 02 Jun 2008

Pantai Ujungnegoro merupakan pantai yang memiliki daya tarik tersendiri, karena disamping memiliki panorama yang indah juga memiliki kekuatan majis. Disana ada sumur yang airnya tawar walau hanya beberapa meter dari bibir pantai dan goa Aswotomo.Objek Wisata (OW) terletak Ds. Ujung Negoro Kec. Tulis Batang. Pantai ini bisa ditempuh dengan menggunakan Kec. Tulis mobil pribadi/roda dua, dan Angkudes warna Biru Jurusan Ujung Negoro-Kota Batang dan Telp. ( 0285 ) 391141 ; Fax ( 0285 ) 391051
Sementara jarak tempuh menuju lokasi ada sekitar sembilan kilometer dari Kota Batang atau lima lima kilometer dari jalur Pantura Jakarta-Semarang. Selain untuk tempat memancing dan
berkemah, Karasteritik keindahan OW ini hampir sama dengan OW Sigandu.

Tiket Masuk
Hari Biasa Dewasa Rp. 1.500,00 Anak Rp. 1000,00
Hari Libur Dewasa Rp. 2.000,00 Anak Rp. 1.500,00

By muhibbuddinku Posted in Wisata

Pariwisata

Pariwisata

Kabupaten Batang memiliki wilayah yang kaya akan sumber daya alam, hutan dan laut, sehingga sangat strategis untuk dikembangkan sebagai daerah wisata. Beberapa objek wisata antara lain :

Agrowisata Salak Sodong
Terletak di Desa Sodong Kecamatan Wonotunggal dengan jarak ± 17 km dari ibu kota Kabupaten Batang dengan ketinggian 600 – 800 m dari permukaan laut. Desa Sodong memiliki potensi yang dalam pembangunan yaitu Curug dan Agrowisata Salak Sodong, selain itu juga dikenal sebagai penghasil kapulogo, panili, dan cengkeh. Salak Sodong pada tahun 1999 pernah menjadi juara lomba buah Tingkat Jawa Tengah.

Curug Genting

Curug Genting terletak di wilayah Kecamatan Blado, kurang lebih 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Air terjun indah dengan ketinggian 40 m ini dikelilingi hutan pinus. Dengan udara yang masih segar dan alam pedesaan alami menghijau, Curug Genting sangat cocok sebagai tempat rekreasi yang  menyenangkan.

Curug Gombong
Air terjun dengan ketinggian 13 m membelah batuan berlapis rata alami (batu rai). Terletak di desa Gombong 6 km sebelah selatan Kecamatan Subah. Sejauh ini belum ada investor yang mengembangkan Curug Gombong sebagai obyek wisata potensial.

Kolam Renang Bandar
Berada di daerah perbukitan tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Bandar. Sumber air dari mata air alam. Dilengkapi sarana kolam renang, tempat parkir, kedai makanan, dll.

Rest Area Jatisari
Terletak di Desa Jatisari Kecamatan Subah. Lokasi ini strategis di tepi jalan utama Jakarta-Surabaya. Nyaman untuk istirahat bagi yang melakukan perjalanan jauh.

Pantai Sigandu
Panorama menawan pantai Kota Batang di sore hari, sementara perahu nelayan pulang bersandar membongkar ikan hasil tangkapannya.

Upacara Nyadran
Di pantai tempat bermuaranya kali Sambong yang membelah kota ini diselenggarakan upacara selamatan pantai (nyadran) dengan arak-arakan dan lomba perahu dayung tradisional oleh seluruh nelayan di Batang. Upacara tersebut diagendakan setiap tahun bertepatan dengan hari raya Idul Fitri sebagai rasa syukur kepada Tuhan YME atas rizki yang dilimpahkan kepada umatNya.

Pantai Ujungnegoro
Sebuah kawasan pantai utara Batang yang terletak 14 km arah timur laut dari Kota Batang. Salah satu bagian tepi pantainya berketinggian 14 m dari permukaan air laut, yang jarang terdapat di sepanjang pantai utara Jawa. Pada dataran pantai yang tinggi terdapat Gua Aswotomo dan sebuah pemakaman kecil peninggalan Syeikh Maulana Maghribi. Di sekitar daerah ini tersedia pula tempat menarik untuk bersampan dan memancing.


Pantai Pelabuhan
Terletak di Desa Ketanggan Kecamatan Gringsing dengan jarak ± 50 km dari pusat kota Batang. Pantai ini baik sebagai tempat untuk memancing dan terdapat sumber air tawar di tepi pantai.

Situs Syailendra
Keanekaragaman bentuk peninggalan masa lalu di wilayah batang telah menunjukkan adanya dinamika masyarakat dan lentur terhadap proses perubahan yang terjadi oleh pengaruh-pengaruh budaya luar. Dan melihat bentuk-bentuk peninggalan megalitik itu, menunjukkan bahwa mereka telah mengenal teknologi. Selain itu pembudidayaan hewan dan tanaman telah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sistem upacara.
PRASASTI SOJOMERTO

Prasasti Sojomerto, ditemukan di desa Sojomerto Kecamatan Reban Kabupaten Batang Jawa Tengah, dibuat kira-kira pada abad ke VII atas perintah Syailendra, seorang raja dari Kerajaan Sriwijaya yang menyerang Pulau Jawa tahun 684 M. 
Prasasti tersebut dibuat dari batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisan Jawa Kuna dipahatkan pada permukaan yang rata, terdiri atas 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.

Bunyi tulisan tersebut antara lain :

Sembah kepada Dhewa Syiwa Bathara Paramecwara dan semua Dhewa-dhewa.
Saya hormat kepada “Hiya Mih” adalah yang mulia Dhapunta Syailendra, Santanu adalah nama ayahnya Badhrawati adalah nama ibunya, Sampura adalah nama istrinda dari yang mulia Syailendra.

Prasasti Sojomerto ini lebih tua dari prasasti Canggal yang dibuat atas perintah Sanjaya pada tahun 732 M. Menurut sejarah Indonesia, Syailendra adalah seorang raja yang keturunannya kawin dengan keturunan wangsa Sanjaya yang selanjutnya menurunkan raja-raja Jawa Tengah dan Jawa Timu

SITUS SILURAH

Prasasti Canggal sebagai bukti sejarah Indonesia yang dibuat pada tahun 732 M atas perintah Raja Sanjaya menyebutkan bahwa “di Pulau Jawa yang masyhur ada seorang raja bernama Sanna”.
Sanna yang agung atau “Mahasanna” kemudian berubah menjadi Mahasin dan orang sekarang menyebutnya dengan Masin, adalah sebuah desa di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

Apakah diwilayah ini dahulu kerajaan Mahasin berada ?.

Tersebutlah kerajaan Mahasin dengan rajanya Senna yang memerintah rakyatnya dengan adil dalam waktu yang lama. Pada tahun 684 M Mahasin digempur oleh Sriwijaya.
Senna bersama dengan putra mahkotanya lari kearah selatan mendirikan padepokan di Desa Silurah, ditandai dengan adanya situs misterius dengan patung Ganesya dan peninggalan purbakala  bercorak Hindu lainnya, sedangkan Sanjaya sebagai putra mahkota diungsikan ke selatan di kaki gunung Merapi.
Sebagai tempat pelarian, sampai sekarang situs Silurah ini masih berbau mistis yang menyatakan bahwa pegawai pemerintah dilarang mendekati wilayah tersebut. Disamping patung Ganesya yang terletak di lembah pertemuan antara sungai Retno dengan sungai Semilir, masih banyak peninggalan purbakala di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal ini, seperti lingga dan yoni sebagai lambang kesuburan serta umpak berundak bekas reruntuhan candi.

GAJAH INDRA


“Batu Gajah” merupakan peninggalan purbakala, terdapat di Desa Brokoh Kecamatan Wonotunggal.
Batu Gajah atau patung “Gajah Indra” ini terletak di tepian sungai Kupang berukuran 90 x 60 cm dan ketebalan 30 cm. Pada satu sisinya terdapat relief manusia berjongkok dibawah badan gajah yang berdiri, di sisi lainnya terdapat relief anak kecil dan tangan orang dewasa seolah meletakkan anaknya dipunggung gajah. Yang unik dari peninggalan ini adalah kelangkaan patung tersebut, didunia hanya ada dua buah, yang satunya lagi berada di India.Disekitar situs tersebut ditemukan pula arca lainnya yang banyak tercecer diareal persawahan penduduk.

BATU GAMELAN

Gundukan batu-batu besar di kaki sebuah bukit dibawahnya terhampar areal persawahan yang subur terletak di Desa Tosa Kecamatan Bandar, dipercayai sebagai peninggalan kuno, megalitikum.
Orang menamakannya dengan “Batu Gamelan” konon kabarnya waktu malam bulan purnama pedhukuhan-pedhukuhan disekitar situs tersebut sesekali mendengar bunyi puluhan batu yang dipukul beramai-ramai (kothekan).
Gundukan batu-batu besar yang menempati areal 600 m2 tersebut tidak berbentuk “gamelan” tetapi bisa mengeluarkan bunyi dengan nada yang berbeda-beda apabila dipukul.  Sampai sekarang batu tersebut masih ada dan sering dipukul oleh anak-anak pencari rumput, suaranyapun nyaring terdengar sampai ratusan meter jauhnya.

SM : Sumber Sejarah Batang

THR Kramat
Obyek wisata ini letaknya di tepi Sungai Kramat, sebelah selatan Kota Batang. Terdapat panggung terbuka dan tempat bermain anak. Tradisi Jum’at Kliwon berada di sekitar sungai Kramat dan ada kepercayaan bagi yang mandi akan mendapat berkah.

KESENIAN TRADISIONAL
DI KABUPATEN BATANG

No Jenis Kesenian Terdapat di
Desa Kecamatan
1 Rebana / Kasidah 1 Bismo Blado
2 Kembang Langit
3 Selopajang Timur
4 Besani
5 Silurah Wonotunggal
6 Siwatu
7 Wates
8 Boja Tersono
9 Ngadirejo Reban
10 Wonokerso
11 Menguneng Warungasem
12 Sijono
13 Lebo
14 Banjiran
15 Gapuro
16 Sidayu Bandar
17 Toso
18 Pucanggading
19 Wonokerto
20 Tambahrejo
21 Wonosegoro
22 Wonodadi
23 Bandar
24 Kemiri Barat Subah
25 Kalimanggis
26 Gondang
27 Klidangwetan Batang
28 Sambong
29 Sidomulyo Limpung
30 Tragung Tulis
31 Ketanggan Gringsing
32 Lebo
33 Soka Bawang
34 Jambangan
35 Bawang
36 Pranten
2 Lengger/ Kuda Lumping 1 Wonobodro Blado
2 Sodong Wonotunggal
3 Kranggan Tersono
4 Sumurbanger
5 Mojotengah Reban
6 Tembok Limpung
7 Banyuputih Banyuputih
8 Deles Bawang
9 Surjo
3 Sintren 1 Sambong Batang
4 Kuntulan 1 Kalipancur Blado
5 Nyadran Nelayan 1 Klidang Lor Batang
2 Kedawung Limpung
3 Kedungsegog Tulis
4 Sidorejo Gringsing
6 Wayang Golek & Campursari 1 Sigayam Wonotunggal
2 Kaliwareng Warungasem
7 Karawitan 1 Harjowinangun Barat Tersono
2 Sambong Batang
3 Banyuputih Banyuputih
8 Dengklung 1 Wonodadi Bandar
9 Marching Pring 1 Kalisalak Limpung

Dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perjalanan wisata baik berupa Studi Banding, Orientasi Lapangan, Wisata Ziarah, Karya Wisata, dan lain-lain, di Kabupaten Batang sampai saat ini telah terdapat 5 (lima) usaha Biro Perjalanan Wisata sebagai berikut :

DAFTAR NAMA BIRO PERJALANAN
DI KABUPATEN BATANG

NO NAMA PEMILIK ALAMAT
1 BPW SEJAHTERA TOUR DJOKO SUPIYO Jl. Slamet Riyadi No. 36
Telp. (0285) 392049
2 BPW MITRA KARTIKA PARYOTO Jl. Raya Tulis Batang
HP. 08122705285
3 BPW NUSANTARA TOUR SENO WIBOWO Ds. Tulis Kec. Tulis
HP. 081327079302
4 BPW ASKINA TOUR DJARWOTO R. SUDIRO Jl. Raya Tambakboyo No. 18 Kec. Reban. HP. 081325613126
5 BPW MIPA TOUR & TRAVEL Drs. MULYADI, SPd. Jl. Tentara Pelajar No. 38 Perum Kalisalak Batang.
HP. 081328856505

Sumber : Kantor Pariwisata Kabupaten Batang
Jl. RA. Kartini No.1 Batang
(0285) 391141