Persiapkan diri menghadapi 40 km zona aman Merapi

Zona aman perlu ditingkatkan 40 km

Zona aman perlu ditingkatkan 40 km

Sejak sekitar 150 tahun yang lalu gunung Merapi meletus, letusan gunung Merapi tahun 2010 ini merupakan letusan yang paling hebat dan memiliki daya merusak paling besar. Beberapa prediksi dan perkiraan para ahli terus diupayakan untuk tepat dan sesuai standard keilmuwan akademis dalam penanganan suatu bencana. Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada tim ahli geologi terutama dari PVBMG yang sudah dengan teliti mengamati, meneliti dan memutuskan beberapa langkah-langkah sigap dan cepat dalam mengurangi korban bencana alam Gunung. Merapi.

Namun kita harus menyadari bahwa apa yang sudah diupayakan ternyata kurang tepat 100% dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Kita tidak pantas mengecam dan memojokkan para ahli geologi yang sudah memberikan beberapa jalan keluar yang sampai sekarang ini sudah dikatakan cukup berhasil dalam menyelamatkan ribuan penduduk di lereng Merapi semenjak tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu.

Yang bisa dilakukan manusia dan ilmuwan manapun, tentang bencana alam adalah berupa perkiraan-perkiraan, bukan sebuah kondisi nyata yang akan terjadi. Kemudian dari dasar-dasar tertentu berdasarkan penelitian dan kajian ilmiah, dirumuskan suatu keputusan yang sifatnya preventif dan possibilitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

Andaikan pada hari Kamis, tangggal 4 November 2010, tepat jam 23.30 WIB, tiba-tiba terjadi letusan di luar prediksi awal, maka itulah yang dinamakan kondisi extra ordinary, di mana dalam posisi dan situasi semacam itu, siapapun tidak boleh menyalahkan siapapun, terkecuali semuanya diserahkan kepada Diri Yang Maha Pasti.

Ada di antara kita yang hidup nyaman tanpa menyakini Yang Maha Pasti ini, tanpa meyakini adanya faktor Tuhan dalam realita hidup ini. Tetapi, Tuhan bukanlah persoalan keyakinan semata-mata, tetapi pengetahuan dan ilmu, bahwa Kepastian tidak ada yang memiliki, kecuali Yang Maha Memiliki Kepastian. Dia tetap Ada sebagai Yang Maha Mengetahui segala sesuatu secara pasti dan akurat. Ini kaedah ilmu manusia, tidak layak kita memungkiri pengetahuan tersebut, sebab apapun ilmunya, manusia tetap tidak bisa memastikan sesuatu yang akan terjadi, seakurat apapun penelitiannya.

Sebagai sebuah anggota dari komunitas yang berdiri menghadapi semua kondisi yang akan terjadi, maka wajar jika keputusan yang diambil melebihi batas aman. Sehingga, dalam hal ini, penulis menyampaikan agar batas aman dinaikkan menjadi 40 kilometer, dengan beberapa pertimbangan, di antaranya:

  1. Abu volkanik sudah menjangkau melebihi 20 km yang merupakan batas aman yang sekarang ini diaktifkan. Abu volkanik termasuk dalam materi alam yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama jika terhirup dan melekat dalam pernafasan.
  2. Tidak ada pengetahuan sampai kapan Merapi akan berhenti meledakkan dirinya sendiri
  3. Standard “aman dari Merapi” perlu dirincikan secara periodik dan skala yang lebih luas, bukan hanya merupakan efek ledakan langsung (berupa magma, awan panas dan sebagainya), tetapi efek ledakan tidak langsung, yang berupa abu dan kerikil-kerikil yang terlempar sejauh melebihi 20 km.

 

Selain jarak aman perlu dinaikkan mencapai 40 km, penulis juga menyampai beberapa langkah-langkah yang perlu disiapkan bagi pemerintah dan penduduk di sekitar Merapi:

  1. Setelah beberapa bulan lagi Merapi akan berhenti, maka pemerintah perlulah kiranya melarang penduduk untuk mendirikan hunian permanen di sekitar 20 km dari puncak Merapi, berlaku untuk selamannya.
  2. Perlu ditiadakan adanya Juru Kunci Merapi secara personal, tetapi perlu ditingkatkan pengawasan dan ditambah petugas yang online 24 jam memantau Merapi, dalam jangkau 20 km tersebut.
  3. Kawasan 20 km dari puncak Merapi, hanya diperbolehkan sebagai ladang usaha ataupun lokasi bekerja yang hanya pada waktu siang hari didatangi warga, tetapi tidak untuk malam harinya.
  4. Perlunya dibuka wacana untuk meratakan gunung Merapi, menggunakan peralatan teknologi yang sekarang ini ada, dengan pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan, menyangkut kelestarian alam sekitarnya.
  5. Perlunya wacana persiapan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan, jika lokasi Merapi akan menjadi bencana abadi seperti di bencana alam lumpur Sidoharjo, Jawa Timur.

 

 

Berbagai macam usaha perlu dirumuskan sekarang ini, termasuk dana-dana untuk melindungi saudara-saudara kita yang berada di lokasi Merapi ini, dan penduduk lainnya yang menghadapi bencana alam, baik banjir, tanah longsor, tsunami, gempa, banjir rob dan lain sebagainya. Saat ini, jumlah pengungsi letusan gunung Merapi sekitar 29 ribu orang yang terbagi di 28 titik tempat penampungan akhir (TPA).

 

Sumber :

http://www.tribun-medan.com/photo/2010/11/bf81fa1a17bbb544e1558401d22bbcd8.JPG

http://nasional.vivanews.com/news/read/186908-hujan-krikil-di-lereng-merapi

 

Rasa dukacita untuk korban Merapi

Merapi meletus. Detik.com

Merapi meletus. Detik.com

Gunung Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas, tercatat sejak pukul 17.02 WIB.  “Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.

Sejak erupsi petang ini, sudah ada beberapa warga yang meninggal dunia dan beberapa lagi sudah mengalami luka-luka yang cukup serius. Tim relawan dan petugas berpacu dengan waktu saat berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan ke semua penduduk di radius jangkau letusan dan bias letusan Merapi, walaupun terpaksa ada yang terlanjur terluka dan meninggal tersengat jilatan panas awan Merapi..

Kita patut menghargai kerja petugas yang sudah bersusah payah sejak beberapa hari kemarin, yang menghimbau kepada semua penduduk kawasan bahaya Merapi, untuk segera turun gunung dan mengungsi ke lokasi yang sudah disediakan Pemerintah.

Mengenai ada satu orang bernama Mbah Maridjan yang bersikukuh untuk tetap berada di lokasi bahaya Merapi, kita patut “bersikukuh” juga berusaha mengungsikan saudara kita Mbah Maridjan tersebut, terlepas dari apapun alasan yang dipegang Beliau.

Untuk beberapa tahun mendatang, Merapi masih akan memberikan aroma menyeramkan dan mengirim bias berbahaya bagi siapapun yang mencoba untuk mendekat dan bertempat tinggal di sekitarnya.

Di bawah ini beberapa jalan keluar yang mungkin bisa diupayakan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah :

  1. Meratakan Gunung Merapi. Ini untuk menghindari terjadinya kembali bencana alam terulang di masa yang akan datang. Pilihan ini jelas sangat tidak mungkin dilakukan, seandainyapun menggunakan kekuatan bom nuklir untuk meratakan gunung Merapi. Bom nuklir dalam beberapa kali peledakan mungkin akan sedikit menurunkan “ketinggian” lereng Merapi, tetapi pilihan ini akan merusak sistem ekologi dan menebarkan bias radioaktif yang tidak hilang dalam beberapa abad kemudian. Sehingga pilihan “meratakan Merapi” jelas tidak bisa direalisasikan.
  2. Jika pilihan di atas adalah tidak mungkin dilakukan, seyogyanya diusahakan seluruh penduduk di sekitar lokasi Merapi, disediakan sebuah lokasi perumahan baru dalam radius aman Merapi, yang tidak jauh dari rumah asal mereka, seandainya mereka terpaksa tidak rela untuk meninggalkan tanah Jawa untuk bertransmigrasi ke luar Jawa.
  3. Menghindari sejauh mungkin mendirikan perumahan di radius jangkau bahaya Merapi, dengan mengambil jarak terjauh dan teraman dari letusan yang sampai hari ini terekam.  Para ahli tentu sudah mengetahui titik terjauh lokasi jangkau bahaya letusan Merapi yang pernah terjadi hingga detik ini. Seandainya semua penduduk berada di lokasi “aman” tersebut secara default. maka tidak ada lagi upaya-upaya yang memakan biaya besar dan prosentase korban nyawa akan mengerucut. Tentu kita tidak menginginkan setiap beberapa tahun rentang waktu berlaku, selalu ada kegiatan mengungsi dan pindah tidur bagi penduduk sekitar Merapi. Ini akan menyusahkan penduduk itu sendiri.

 

Membuka cerita Gunung Merapi, gunung ini merupakan gunung paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di sekitar lokasi tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Selain sebagai lokasi wisata, Merapi menjadi lokasi mengerikan yang kita harus berekstra hati-hati setiap saat, siang dan malam.

 

Kami menyampaikan rasa dukacita dan bersedih yang sedalam-dalamnya atas bencana alam yang menimpa saudara-saudaraku di sekitar Merapi. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan ketenangan untuk para korban dan petugas yang sedang bertaruh nyawa menyelamatkan hidup saudara-saudara kita semua. Amien.

 

 

Sumber :

 

http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/10/26/brk,20101026-287426,id.html

http://berita.liputan6.com/daerah/201010/303350/Merapi.Meletus

http://www.antaranews.com/berita/1288092803/merapi-meletus

http://www.detiknews.com/read/2010/10/26/213548/1475947/10/ada-korban-luka-bakar-parah-pakaian-meleleh-menempel-di-kulit?nd991103605

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi

 

Membela Ariel Berarti Menambah Siksa untuk Ariel

Bukan mustahil terjadi, bahwa semakin besar dukungan untuk Ariel, maka launching video mesum Ariel akan terjadi mengikutinya secara susul-menyusul. Di sini, dapat diperkirakan bahwa pembelaan untuk Ariel akan justru menambah banyak video menyimpang Ariel yang ter-upload ke internet, dan menjadi semakin liar tanpa bisa dihalang dan dikendalikan. Pembelaan untuk Ariel akan semakin menambah derita dan siksa untuk Ariel.

Entah apa yang sedang terjadi di dunia selebritis Indonesia. Bagi seorang Ariel, mungkin mengadu kepada Tuhan Yang Maha Mengampuni tidak membuat deritanya terhapus, sebab kenyataannya, bahwa apa yang menimpanya juga terjadi atas Kehendak Tuhan. Maka metode yang tepat adalah pasrah dengan keputusan pengadilan, bahkan jika vonis 12 tahun penjara benar dijatuhkan. Lagu “Bintang Di Surga” yang pernah melejit beberapa tahun yang lalu berubah menjadi “Bintang Di Penjara”. Apa yang diperbuatnya berakibat fatal di luar rencana dan prediksi. Harapan suasana “biasa-biasa saja” dan aman tidak menjadi kenyataan. Dan situasi menjadi lesu, ketika Ariel harus mendekam di penjara. Pengacaranya hanya memberikan statement sepantasnya sebagai seorang pembela Ariel.

Kisah hidup lelaki ini memang “tragis” dan memilukan. Sosok yang awalnya disegani dan dihormati, menjadi bulan-bulanan media massa dan masyarakat. Bahkan untuk beberapa hari, berita tentang Ariel menjadi Headline News, tidak hanya di Indonesia. Berbagai media di luar negeripun gempar dan menempatkan Ariel sebagai figure kontroversi yang membuat dunia selebritis juga terkena imbasnya. Artist Hollywood tidak ketinggalan memberikan apresiasi atas “kehebatan” Ariel.  Dunia selebritis yang memang  sudah dianggap dunia free-world, semakin “tidak karu-karuan”. Maka simpulan masyarakat menjadi umum bahwa dunia selebritis adalah dunia free-style, termasuk freesex yang merajalela.

Beberapa korban berjatuhan karena ulah seorang Ariel. Betapa seorang  bernama Yusup Subrata, terlihat senyum untuk mengobati lukanya sendiri, atas ulah Ariel yang “sembrono”. Yusup Subrata mencoba sabar dan menenangkan diri, terus memberi dukungan kepada istrinya Cut Tari, yang berdasarkan penyelidikan membenarkan bahwa Ariel juga terlibat Freesex style dengan istrinya, Cut Tari. Tidak sekedar perselingkuhan biasa yang begitu terjadi, seorang suami bisa melupakan dan memaafkan istrinya. Perilaku Ariel sebagai inisiator perekaman perselingkuhannya dengan berbagai wanita dengan bermacam-macam gaya pula, tidak hanya sebuah kejahatan terhadap rumah tangga orang lain, tetapi sudah menelanjangi tubuh istri orang lain secara membabi-buta, dengan durasi videonya tanpa henti sepanjang zaman.. Video tersebut akan abadi dan tidak dapat dimusnahkan dengan cara apapun. Sehingga, luka hati seorang suami juga akan mendera setiap waktu, tanpa henti. Penjara  yang mungkin hanya 12 tahun, akan memberikan derita sepanjang hayat bagi suami Cut Tari, dan mungkin suami-suami wanita lainnya jika jumlah 32 wanita itu benar.

Lelaki yang lahir di pangkalan brandan,sumatra utara, 16 september 1981 dengan nama asli nazril irham ini juga masih manusia biasa. Begitu vonis dijatuhkan, kondisi kesehatan tubuhnya spontan turun dan memaksan beberapa dokter menanganinya. Itulah manusia, lumrah, kekuatan tubuhnya menanggung akibat dari kesalahannya sendiri tidak sebanding dengan kehebatannya sewaktu melakukan tindakan gegabah.  Semua tidak disadarinya dan dicermati akibat yang akan terjadi. Kemungkinan besar jika hanya melibatkan Luna Maya, vonis tidak  bisa dijatuhkan seketika, sebab memang benar-benar pribadi dan tidak melakukan tindakan melukai orang lain. Akan tetapi kenyataannya, istri dan wnita berbagai kalangan tidak ketinggalan disantap pula. Jika ini dibiarkan, maka merusak rumah tangga orang lain menjadi isu biasa dan menjadi “boleh” tanpa akibat hukum positif mengiringinya. Belum lagi sudah banyak pemerkosaan disebabkan remaja menonton video mesumnya Ariel ini.( http://www.fatihsyuhud.com/33-children-raped-because-ariel-porn-videos)

Dukungan untuk Ariel=Menambah siksa Ariel?

Berbagai kalangan termasuk tentunya teman-teman masyarakat artis sudah memberikan dukungan moril kepada Ariel sebagai bukti solidaritas sesama artis. Tidak tertinggal juga, sekitar ratusan atau mungkin ribuan remaja penggemar Ariel Peterpan juga mendemonstrasikan dukungannya untuk Ariel.

Sekilas dukungan itu seakan membantu dan berada di pihak yang membela Ariel. Tetapi, akankah tindakan itu tidak justru memancing munculnya video mesum Ariel dengan beberapa artis secara berurutan? Ada sekitar 30-an episode “sinteron” video  mesum Ariel yang masih dipending “launching”nya. Atau bahkan akan muncul lebih dari itu? Kita tidak bisa memprediksi dan membuat peta penyebar susulan, siapa saja yang sudah menggenggam kartu Ariel ini. Jika kepolisian sudah menangkap beberapa orang yang diduga membantu menyebarkan video heboh ini, apakah pihak kepolisian dapat menangkap penyebar susulannya jika copy-paste video tersebut sudah liar dan menyebar “tersembunyi” secara lebih luas?  Penyebar hampir invisible, dan tidak ada yang tahu secara pasti siapa saja yang sekarang ini “beruntung” memiliki kesemua 30-an episode video Ariel ini.

Bukan mustahil terjadi, bahwa semakin besar dukungan untuk Ariel, maka launching video mesum Ariel akan terjadi mengikutinya secara susul-menyusul. Di sini, dapat diperkirakan bahwa pembelaan untuk Ariel akan justru menambah banyak video menyimpang Ariel yang ter-upload ke internet, dan menjadi semakin liar tanpa bisa dihalang dan dikendalikan. Maka diartikan pembelaan untuk Ariel justru akan menambah derita dan siksa untuk Ariel.