Israil “impoten” lawan Iran, Gaza jadi sasaran


Dalam sebuah perhelatan akbar PBB, Netanyahu memaparkan sebuah gambar, berisi hasutan agar masyarakat internasional segera mengakhiri program nuklir damai Iran. Iran diperlihatkan sebagai negara yang sedang dalam perjalanan melalui fase-fase untuk menciptakan senjata nuklir, satu tuduhan yang dibantah oleh semua pihak yang sudah terlibat baik dalam pembangunan nuklir Iran maupun pihak yang memantau operasi reaktor Iran.

Presentasi netanyahu tersebut merupakan puncak dari berbagai upaya dan strategi Israil untuk menggalang dukungan serangan militer ke Iran, yang penggalangan dukungan tersebut justru tidak didapat dan bahkan kampanye serangan militer iran itu memecah kubu pemerintahan Israil sendiri.

Apa yang terjadi? masyarakat internasional bersikap negatif terhadap kampanye Israil. Blokade ekonomipun mengalami kendala dan tantangan dari pihak pengusaha Amerika, yang menurut beberapa laporan, pengusaha Amerika masih membuka hubungan dagang yang saling menguntungkan dengan Iran.

Semua hitam-putih upaya Israil tidak menghasilkan apapun kecuali malu dan pandangan merendahkan terhadap “pribadi” Israil. Banyak yang justru mendukung Iran dan tidak merekomendasikan Iran menutup reaktor nuklir, baik yang di permukaan maupun di bawah tanah.

Tidak ada pakar perang dunia yang merilis pernyataan bahwa Israil mampu mengalahkan Iran. Mossad sendiri tidak memiliki analisis yang memenangkan Israil jika melancarkan perang melawan Iran. Formalitas program menyerang Iran juga digembar-gemborkan kepada rakyat Israil, dengan membagikan ribuan topeng pertahanan pernafasan.

Saat ini Israil benar-benar dalam kondisi “kemaluan” dan “kerendahan” yang dalam, sebab ternyata kekuatan dan kehebatannya selama ini, baik dengan sayap Zionis maupun agen-agennya, tidak berarti di hadapan Iran. Iran bahkan menohok peralatan tempur Amerika sebagai peralatan usang yang mudah dilumpuhkan oleh serangan Iran. Israil bisa mendengungkan kemenangan demi kemenangan dalam perang Arab-Israil, keberanian demi keberanian melanggar kesepakatan komunitas internasional, tetapi tidak dengan Iran. Irak, menerima ganjaran setimpal saat berupaya membangun senjata nuklir, Suriah juga sama pada tahun 2007. Melawan Iran, Israil benar-benar dibuat loyo dan lemah syahwat!

November 2012 ini, semakin hari serangan ke Gaza semakin ditingkatkan. Korban berjatuhan, dan melalui Gaza ini, Israil bisa membeberkan kehebatan dan kecanggihan peralatan tempurnya ke seluruh dunia. Nafsu perang mereka dijamu dan terobati saat melawan Gaza, setelah memendam dendam tak terlampiaskan kepada Iran!