Ahmadinejad membangun dialog tanpa opsi perang


Detiknews.Ahmadinejad, Singa Forum

Detiknews.Ahmadinejad, Singa Forum

Dalam sidang tahunan yang diselenggarakan PBB, peran Ahmadinejad memang agak rumit dan dramatis. Hampir di setiap pidatonya, selalu mengandung unsur-unsur yang seolah-olah mencerminkan kadar kebencian akut dalam dirinya. Banyak yang mengatakan bahwa Ahmadinejad menderita “kelainan yang tidak lazim”, tetapi inilah cirri dari seorang pemimpin. Kelainan yang tidak lazim ini adalah obsesinya membentuk tatanan dunia yang bebas dari tekanan dan ancaman perang oleh pihak manapun kepada pihak manapun. Sementara satu sisi kita saksikan, kenyataan alur dunia ini terjadi dari satu perang ke perang berikutnya. Kelompok perang maniak, yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Israil terutama, menjadikan perang sebagai agenda yang sudah “dilazimkan” dan diusahakan untuk terjadi setiap tahun, sehingga menjadi kegiatan tahunan beberapa negara. Jika tidak dilaksanakan agenda itu, maka itu hanya “belum” bukan “tidak”. Kondisi mencekam ini, merupakan tirani modern yang menempatkan situasi dunia ini menjadi terancam bagi yang tidak sejajar dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israil.

Sudah banyak bukti menunjukkan bahwa peran AS dalam melumat negara-negara yang tidak sepaham dengan ideologi politiknya akan tumbang dan porak-poranda. Hanya ada dua alasan jika AS tidak melaksanakan agenda perangnya;

  1. Amerika tidak akan menang dan
  2. Amerika belum siap, baik secara militer maupun finansialnya.

Jadi, ketika perang tidak jadi dilakukan oleh AS, maka pertimbangannya bukan alasan kemanusiaan dan dalam upaya membangun kehidupan yang aman dan damai serta adil bagi semua negara, tetapi karena alasan adanya kemungkinan kekalahan di medan tempur atau kurangnya dana yang mendukung realisasi agenda tersebut.

Bagi Ahmadinejad, Amerika Serikat merupakan figur yang mengupayakan dunia ini dalam genggamanya dengan melalui cara perang dan ancaman. Tetapi Ahmadnejad justru sebaliknya bahwa dunia ini bisa menjadi damai dan adil tanpa harus berperang. Dalam sebuah ceramahnya, Ahmadinejad menyampaikan 5 usulan damai dalam menyelesaikan beberapa kondisi kronis masa kini:

1. PBB membentuk tim pencari fakta independen agar di masa depan tidak ada yang melarang orang lain berbicara dan berpendapat tentang masalah ini (insiden 11 September 2001).

2. Kembalinya para pengungsi Palestina ke tanah airnya dan penerapan referendum seluruh rakyat Palestina guna menentukan kedaulatan dan bentuk pemerintahannya.

3. Tahun 2011 hendaknya ditentukan sebagai tahun pelucutan senjata nuklir dan mengukuhkan ‘Energi Nuklir untuk Semua dan Senjata Nuklir Tidak untuk Siapapun’.

4. Selama setahun diadakan sidang istimewa dan Majelis Umum PBB hendaknya mengambil langkah-langkah demi mereformasi dan menyempurnakan struktur PBB.

5. Demi terciptanya dialog membangun, hendaknya setiap tahun diadakan debat bebas di ruang sidang Majelis Umum PBB.

Dari kelima usulan di atas, tidak ada satupun tersirat maupun tersurat, bahwa ada indikasi bahwa Ahmadinejad mempertimbangkan aksi militer dalam menyelesaikan persoalan bersama dunia ini.

Bahkan dalam nomor 3, disebutkan bahwa senjata nuklir harus dimusnahkan di seluruh muka bumi.

Lebih jauh peran Ahmadinejad membangun kesamaan derajat di antara semua bangsa-bangsa di dunia ini, pada nomor ke 5 disampaikan perlu adanya dialog bebas dalam  sidang tahunan PBB, tentunya dalam penyelesaian masalah-masalah yang terjadi.

Menyimak 5 usulan tersebut, tidak ada opsi militer ataupun pilihan memulai perang dan mengerahkan peralatan untuk menyelesaikan kasus tertentu.

Di bawah ini beberapa link berisi Teks Lengkap Pidato Ahmadinejad:

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25624&catid=26&Itemid=88

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25634&catid=26&Itemid=88

Sumber:

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25612&catid=26&Itemid=88

http://www.detiknews.com/read/2010/09/24/105707/1447336/10/pidato-di-sidang-pbb-ahmadinejad-pegang-alquran-dan-injil?n991101605

http://unik.kompasiana.com/2010/09/26/kisah-kesederhanaan-sang-presiden-mahmud-ahmadinejad/