Setelah Israil tahu bahwa yang dianggap pemicu Holocaust, Hitler sebenarnya Yahudi


Adolf Hitler in Yugoslavia.

Image via Wikipedia, Inilah Hitler, lelaki Yahudi yang membantai bangsanya sendiri

Kenyataan sudah terbuka, kejahatan Hitler sudah tidak dapat ditutupi lagi, tentang siapa sebenarnya Hitler sesungguhnya. Semua yang dituduhkan oleh Israil (baca Zionis) bahwa Israil memerlukan perlindungan dan kenyamanan bernegara dan menghindari dari kekejaman serupa Holocaust terulang lagi, ternyata sudah tidak ada artinya. Yahudi Israil seharusnya menyadari bahwa Holocaust yang sudah diperkirakan membunuh sekitar 6 juta jiwa Yahudi, ternyata dilakukan oleh Hitler yang secara nyata dan autentik berdasarkan test DNA, berasal dari ras Yahudi sendiri. (Renungan Kemanusiaan)

Sebelum Perang Dunia I berlangsung, banyak pengamat perang kurang menyadari bahwa akan lahir sosok tokoh dunia yang hadir menjadi robot pembunuh dan penghancur nilai-nilai kemanusiaan. Dunia begitu lengah dengan ancaman kemanusiaan yang dihembuskan dari pikiran dalam buku Mein Kampf (Perjuanganku). Dalam buku tersebut, buah pikiran seorang pemuda Jerman yang lahir dan besar dalam “derita dan sengsara” di masa pemudanya, terbit bagai sinar terang di bumi Eropa. Banyak yang justru menjadi kagum dan mengidolakan sosok ini, Adolf Hitler.

Di masa kecilnya, pria yang lahir di Gasthof zum Pommer, sebuah penginapan di Braunau am Inn, Austria, dekat Jerman pada 20 April1889 itu dikenal sebagai pemuda yang membenci segala sesuatu yang berbau keyahudi-yahudian. Semenjak kecil, Hitler terbiasa hidup menyaksikan bagaimana orang-orang yahudi hidup dalam gelimang kemewahan dan kekayaan, sementara dirinya adalah pemuda biasa dan termasuk dalam kelompok “pelajar drop out”. Setelah ditolak untuk kedua kalinya pada sekolah seni, Hitler kehabisan uang. Pada 1909, ia hidup di penampungan untuk tunawisma.

Dalam karier politiknya yang akhirnya mengalami kegagalan dan kekalahan demi kekalahan, Hitler juga menyalahkan komunisme dan Yahudi atas situasi ekonomi yang buruk dan berhasil meraih dukungan militer dengan melaksanakan politik pembangunan peralatan militer Jerman. Hitler menyalahkan, menyerang, dan membunuh orang komunis dan Yahudi karena Hitler memiliki dendam pribadi pada orang – orang komunis dan Yahudi, dendam yang menghantui selama masa hidupnya.

Apalagi pola pikir Hitler yang memang teracuni dengan pendirian darwin, bahwa untuk bisa mempertahankan hidupnya lebih lama, manusia harus bertarung, menyusun kekuatan dan memusnahkan segala sesuatu yang menghalangnya walaupun penghalangnya adalah manusia! Dasar “dogma” ini mendarah daging dalam diri Hitler, sehingga membunuh semua penghalangnya dan menghapus “semua ras yang tidak unggul” merupakan prioritasnya. Bagi Hitler, ras yang tidak unggul adalah Afrika dan Yahudi. Ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.

Hitler, Sang Penuai Kebencian, akhirnya melaksanakan rencananya, membumihanguskan berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II, yang dikenal dengan Holocaust. Holocaust merupakan tragedi mengerikan sepanjang sejarah dunia. Hitler yang memang sudah menyimpan dendam kesumat terhadap ras yahudi semenjak kecil, menjadikan ras Yahudi sebagai sasaran pertama dalam pembantaian genosida, dengan motor penggerak Partai Nazi. Ras Yahudi sebenarnya bukan satu-satunya ras yang hendak dimusnahkan oleh Hitler, tetapi hampir semua ras di dunia ini, kecuali ras Eropa. Darah Hitler benar-benar sangat gila ras-nya sendiri, bisa menguasai dunia dan menghapus ras-ras lainnya.

Jumlah korban Yahudi umumnya diperkirakan mencapai 6 (enam) juta jiwa. Pembantaian etnis yang diciptakan Adolf Hitler, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas beracun, di kampung Yahudi dan kamp Konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi “tidak disukai” antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental homoseksual, saksi-saksi Yehuwa(Jehovah’s Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom atau Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika dihitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.

Mengungkap Jatidiri Hitler sebenarnya

Selama sebelum Perang Dunia II, sebenarnya sudah ada yang memperingatkan bahwa dirinya sebenarnya satu ras dengan ras yang dibencinya, Yahudi. Tetapi peringatan tersebut dilalaikan dan dianggap tanpa dasar.

Seorang wartawan Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren yang melacak 39 kerabat dari Hitler. Penelusuran dilakukan sejak awal tahun ini, termasuk seorang petani Austria bernama Norbert.H yang merupakan sepupu Hitler dan seorang Amerika bernama Alexander Stuart-Houston, 61 tahun,, seorang keponakan buyut Hitler. Sebuah majalah berita Belgia melaporkan bahwa sampel air liur yang diambil dari kerabat Hitler ini menunjukkan bahwa pendahulunya berasal dari ras yang sangat ia benci. .Sampel DNA kerabat Hitler ini berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA). DNA yang sangat jarang ditemui di Jerman maupun Eropa Barat. Haplogroup E1b1b1, gen yang menyumbang sekitar 18-20 persen dari Ashkenazi daan 8,6 persen sampai 30 persen dari kromosom Sephardic-Y, menunjukkan garis keturunan utama penduduk Yahudi. Ayah Hitler, Alois, dipercaya merupakan keturunan sah dari seorang gadis bernama Maria Schickelgruber dan sorang pria Yahudi bernama Frankenberger

Hubungan Holocaust dengan kekejaman Israil di Palestina

Korban genosida Holocaust yang ternyata dilakukan oleh lelaki Yahudi sendiri, Adolf Hitler

Sampai detik ini, sebenarnya banyak yang “sedikit” mendukung terhadap apa yang dilakukan oleh tentara Israil di Palestina. Banyak “pembela” Israil, yang membalikkan masalah kekejaman di Palestina oleh tentara Israil, kepada kejadian sejarah Holocaust ini. Secara ilmiah sebenarnya tidak ada hubungannya, tetapi pendekatannya adalah “psikologis orang-orang tertindas” yang akan membalas ketertindasannya dengan menindas bangsa atau pribadi lain yang lebih lemah dari penindas yang menindasnya lebih dahulu. Dalam Holocaust, disebutkan hampir ada 6 juta nyawa Yahudi melayang tanpa ampun, maka seolah ini menjadi alasan kuat untuk membalaskan sakit dan dendam bangsa Yahudi dan dilimpahkan kepada bangsa Palestina, sebab tidak mampu untuk menyerang Jerman, selaku yang melahirkan Hitler.Nazi.

Pendekatan ini ada kemungkinan benar, sebab ketika ada serangan ke pihak Israil, baik oleh tentara palestina atau ancaman dari negara di timur tengah lainnya, selalu saja baik Amerika dan Israil, dan bahkan kelompok pendukung Israil, menyatakan bahwa Israil atau Yahudi berhak membela diri dari serangan. Inilah kondisi psikologis pribadi atau populasi yang sudah terkena serangan atau menjadi korban penindasan. Unsur ini melekat pada bangsa Yahudi, yang sudah mengalami penindasan dalam Holocaust, walaupun penyebab utamanya sampai saat ini belum jelas, apakah benar-benar Hitler atau justru Zionis sendiri. Atau bahkan Hiter merupakan bagian dari antek siluman Zionis.

Bagaimana jika kenyataannya penindas dan pembunuh bangsa Yahudi berasal dari Yahudi sendiri?

Kenyataan sudah terbuka, bahwa kejahatan Hitler sudah tidak dapat ditutupi lagi, tentang siapa sebenarnya Hitler sesungguhnya. Semua yang dituduhkan oleh Israil (baca Zionis) bahwa Israil memerlukan perlindungan dan kenyamanan bernegara dan menghindari dari kekejaman serupa Holocaust terulang lagi, ternyata sudah tidak ada artinya. Yahudi Israil seharusnya menyadari bahwa Holocaust yang sudah membunuh sekitar 6 juta jiwa Yahudi, ternyata dilakukan oleh Hitler yang secara nyata dan autentik berdasarkan test DNA, berasal dari ras Yahudi sendiri.

Inilah kenyataanya,dan semakin hari dunia akan melihat dengan jernih persoalan dunia ini yang rumit dan semrawut, serta seperti benang kusut yang lusuh, yang teramat sukar untuk diselesaikan dan diurai. Akar masalah bagi Israil sebenarnya sudah jelas dan gamblang, bahwa tidak sepantasnya Israil dan dunia menyetujui pembantaian tentara Israil terhadap bangsa Palestina atau bangsa-bangsa lainnya mengatasnamakan pembelaan diri atau pembalasan atas tragedi Holocaust, sebab pelaku dan aktor utama Holocaust ternyata orang Yahudi sendiri.

Angkara murka Israil harus dihentikan dan diusahakan untuk memulai perundingan damai dan menghentikan kebencian dan permusuhan serta kecurigaan, dengan melibatkan seluruh komponen pendukung perdamaian, baik dari Yahudi atau bangsa lainnya.

Jika Israil tidak segera menghentikan aksi “pembalasan Holocaust” di bumi Palestina, maka lambat laun dunia akan mengurangi tingkat kepercayaannya terhadap Israil. Karena sudah jelas, bahwa penindasan yang dialaminya dilakukan oleh rasnya sendiri. Jadi, mengapa mesti ras atau bangsa lain yang dijadikan tumpuan dendam dan kebenciannya?

Sudah saatnya kode anti-semit yang selalu dituduhkan Israil terhadap orang atau bangsa yang tidak mendukung aksi kekejaman tentara Zionis Israil di arahkan ke dirinya sendiri, karena pribadi anti-semit ternyata lahir dari rahim yahudi sendiri.

Janganlah menjadi kera dungu, buruk muka bercemin, orang lain yang ditindas.

Sumber :

http://ahmadhaes.wordpress.com/2010/08/25/ternyata-hitler-yahudi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler

http://id.wikipedia.org/wiki/Holocaust

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/08/24/3045/2/Jati-Diri-Hitler-Yahudi-Terbukti-melalui-Tes-DNA

http://ahmadhaes.wordpress.com/2010/08/25/ternyata-hitler-yahudi/